Kacamata Adian

Jurnalisme Cantik

Jurnalisme Cantik

Saya dan Gusti Maharani

Sepuluh tahun bekerja di Harian Umum Lampung Post, antara 31 September 2004 hingga 16 Desember 2014, saya mendapat banyak pengalaman. Koran tertua di Lampung ini menjadi sarana belajar yang bagus bagi saya dan teman-teman.

Sepuluh bulan terakhir masa kerja di kantor ini saya habiskan dengan mengurus edisi Lampung Post minggu. Di dalam edisi ini ada banyak artikel ringan yang mesti dibuat. Misalnya soal tren pakaian, hijab, hobi, rumah, profil, dan lain-lain.

Karena tayang hari Minggu sudah tentu mesti cari yang segar-segar. Kebanyakan memang perempuan.

Saya berpendapat, koran ini di hari Minggu mesti tampil dengan cerah, segar, enak dilihat, dan sebaran foto yang menarik. Salah satunya dari para model yang kala itu banyak muncul di media sosial.

Maka, itulah pertama kali saya memasuki cara menulis berita ringan dengan unsur kecantikan yang maksimal. Narasumber mesti yang cantik. Cari model hijab juga yang cantik.

Menulis tren masa kini juga pilihan narasumber yang enak dipandang, dan lainnya. Intinya, segar menulis untuk harian itu edisi Minggu.

Usai tak bekerja lagi di koran itu, kebiasaan menulis model masih lanjut. Baik kala sepuluh bulan di duajurai.com yang dipimpin senior saya Juwendra Asdiansyah, kala memimpin jejamo.com selama lima tahun, sampai dengan sekarang di web yang saya kelola penuh: wartalampung.id.

Pilihan para model pun kini semakin banyak. Tak hanya mereka yang memang bekerja baik penuh waktu ataupun paruh waktu dalam bidang kecantikan, tetapi juga para bidang prestasi lain.

Di foto ini saya bersama Gusti Maharani. Tahun 2024 saya pernah menulis profil Gusti ini. Wawancara saya lakukan dengan mengirim pesan di kolom pesan media sosial. Itu juga yang kebanyakan saya lakukan dengan model dan narasumber lain.

Gusti mahasiswi UIN Jurai Siwo Lampung yang diringkas jadi Jusila. Ia mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris.

Tahun 2022, Gusti menang pemilihan muli-mekhanai Lampung Timur. Tahun 2023 peringkat IV di pemilihan muli-mekhanai Provinsi Lampung. Tahun ini terbaik III Duta Bahasa Provinsi Lampung.

Kami bertemu untuk pertama kali hari Selasa lalu, 26 Mei 2026, sehari sebelum Lebaran Haji. Saya didapuk menjadi narasumber di Universitas Muhammadiyah Metro dalam acara bertajuk pelatihan penulisan esai.

Balai Bahasa Provinsi Lampung yang menginisiasi program superbagus ini. Gusti hadir sebagai Duta Bahasa dan panitia kecil dalam program ini.

Di situlah kami perdana bertemu dalam sebuah kegiatan. Saya doakan Gusti lekas selesai kuliah dan lekas bekerja atau membuka lapangan pekerjaan baru.

Menulis model atau dalam bahasa saya itu jurnalisme cantik adalah ikhtiar supaya situs yang saya kelola, wartalampung.id, ada pembeda saja. Dengan sumber daya yang superterbatas, saya santai saja mengelolanya.

Tidak ada yang begitu dikejar dalam mengelola web ini. Dibawa santai saja. Dibawa rileks saja.

Maka itu beritanya cenderung segar semua. Karena tak ada reporter khusus, bersaing dengan web lain tentu bukan tujuan saya.

Kami ambil ceruk sendiri saja. Tak apalah tak banyak-banyak amat. Asal ada yang baca saja sudah alhamdulillah.

Dan Gusti-Gusti lain inilah yang menjadi salah satu tulang punggung utama kami selama ini. Dari cerita merekalah kami dapat satu atau dua berita.

Dari mereka jua kami bisa mengambil angle lain yang menarik selain tentunya perihal kontes kecantikan. Soalnya baru itulah yang kami bisa. Sebutlah ia dengan jurnalisme cantik. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda