Kacamata Adian

M Rafieq Adi Pradana, Cucu Ulama Jadi Wakil Wali Kota

M Rafieq Adi Pradana, Cucu Ulama Jadi Wakil Wali Kota

Saya dan M Rafieq Adi Pradana

Muhammad Rafieq Adi Pradana, wakil wali kota Metro yang sekarang, adalah salah seorang cucu dari ulama kharismatik Lampung, mendiang KH Arief Makhya. Semasa hidup, Arief Makhya bukan hanya ulama, melainkan penulis jempolan.

Beragam tulisan sudah ia hasilkan semasa hidup. Dua tahun yang lampau, ulama ini berpulang. Ia pulalah yang semasa hidup menulis surat untuk Presiden Yudhoyono agar menjadikan dua orang tokoh Lampung sebagai pahlawan nasional.

Kedua tokoh itu adalah mantan Residen Lampung Mr Gele Harun dan pejuang yang juga ulama KH Ahmad Hanafiah. Nama terakhir sudah jadi pahlawan nasional. Nama pertama baru sebatas pahlawan daerah.

Rafieq adalah putra Dr Edy Irawan Arief M.Sc, politisi berpengalaman Lampung yang kini didapuk jadi ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

Istri Aa Edy, almarhumah Sari Dewi, adalah kakak sepupu saya dari jalur ayah yang bersuku bangsa Semendo. Almarhumah wafat dua hari jelang Ramadan tahun ini.

Bertemu Rafieq memang tak sering-sering amat. Jika lazimnya keponakan memanggil paman dengan sebutan “om”, Rafieq dan adiknya, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, malah kerap memanggil saya “aa”, khas sebutan orang Sunda.

Rafieq ini kalau kata saya mah unik. Ia seolah-olah pengejawantahan aktivitas politik ayahnya. Aa Edy beberapa kali mencalonkan diri menjadi kepala daerah, tapi belum beruntung.

Sewaktu wali kota Bandar Lampung masih dipilih anggota DPRD-nya tahun 2000, Aa Edy ikut serta. Ia berpasangan dengan Wirdati Ali. Namun, belum beruntung.

Pilkada Lampung Barat tahun 2017 juga diikuti Edy Irawan tapi kalah suara dengan Parosil Mabsus, adik kandung bupati Lampung Barat sebelumnya, Mukhlis Basri.

Pemilu tahun 2024 Aa Edy juga mencalonkan diri menjadi anggota DPR tapi suaranya tak cukup mengantarkan dirinya ke Senayan.

Kiprah ayah rupanya diikuti ananda Rafieq. Bedanya, sekali mencalon, Rafieq langsung tembus kursi wakil kepala daerah di Kota Metro.

Saya masih ingat, Rafieq dan adiknya Sabiel, saat melepas Aa Edy berhaji tahun 1990-an akhir, diminta azan oleh datuk mereka, KH Arief Makhya.

Keduanya lantang pula mengumandangkan kalimat “labbaik allahumma labbaik” kala ayahnya berangkat haji. Didikan ulama besar KH Arief Makhya memang terasa sekali di kepribadian anak-anak Aa Edy-almarhumah Sari Dewi.

Ketimbang Rafieq, saya malah lebih sering ketemu adiknya, Sabiel, yang bekerja di BPS Lampung. Musababnya, beberapa kali saya diminta menjadi narasumber dalam acara di BPS Lampung.

Mungkin besok-besok, warkat yang meminta saja menjadi narasumber, mungkin juga TA alias tenaga ahli, datang dari Pemkot Metro.

Selamat menjalankan amanah cucu ulama, sukses dan sejahtera selalu. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda