Kacamata Adian

Mahathir Muhammad Calon Wali Kota Bandar Lampung

Mahathir Muhammad Calon Wali Kota Bandar Lampung

Mahathir Muhammad dan Rahmat Mirzani Djausal. | Dokumentasi

Saya usul nanti pilkada untuk Kota Bandar Lampung mendatang, kita usung calon yang gres saja. Sudah mau dua puluhan tahun warga kota ini dipimpin pemimpin dari klan yang sama.

Setelah dua periode Herman HN, ini memasuki dua periode juga Eva Dwiana Herman HN. Masak iya pilkada berikutnya masih dari klan yang sama. Suami istri sudah, apatah mau ke anaknya. Kalau saya sih tidak.

Maka itu, di akun Facebook saya yang semakin banyak pengikut dan monetisasinya sudah berjalan meski kurang dari satu dolar AS (hahaha) saya ingin mengusung ide ini. Saya mencalonkan Mahathir Muhammad menjadi calon wali kota Bandar Lampung.

Mahathir ini alumnus SMAN 2 Bandar Lampung angkatan 1999. Ia doktor ekonomi yang kini menjadi wakil rektor di Universitas Teknokrat Indonesia. Ayahnya, Nasrullah Yusuf, adalah pendiri Universitas Teknokrat Indonesia yang juga dosen saya di Fakultas Ekonomi Unila berbilang tahun yang lampau.

Ketika Mahathir masuk ke Smanda tahun 1996, posisi saya ketua umum OSIS.  Saya kenal dengannya ya sejak SMA itu sampai dengan sekarang.

Nama Mahathir memang ramai ditulis media massa wabilkhusus dalam rangkaian panjang HUT ke-60 Smanda dari persiapan April 20025 sampai ujung kegiatan di Desember 2025.

Mahathir juga yang memulai ide reuni akbar dengan menginisiasi halalbihalal antarangkatan pada Lebaran tahun lalu di Teknokrat. Lima ratusan orang hadir.

Tak ada sumbangan apa pun. Semua tamu bebas makan dan minum di acara itu. Semua kebutuhan Mahathir yang tanggung.

Dari situ ide reuni akbar bergulir sampai kemudian terpilih ketua Ikatan Keluarga Alumni Smanda yakni Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Sekretaris IKA Smanda dijabat Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan. Mahathir didapuk peran penting sebagai ketua harian IKA Smanda.

Dalam beberapa obrolan saya memang buka omongan. Tak apalah bicara politik. Masak dibatasi.

Karena melihat kemampuan, latar belakang, pendidikan, orangtua, dan pengalaman, buat saya sih Mahathir lebih dari cukup untuk menjadi wali kota Bandar Lampung mendatang.

Ia memang bukan orang partai. Sejauh sepengetahuan, sampai saat ini ia masih berada di jajaran orang independen. Tapi pengalaman dia beragam organisasi ya lengkap.

Organisasi olahraga ia juga piawai. Mahathir ketua KKI Bandar Lampung dan menyandang dan hitam.

Ia lama juga di Hipmi dan Kadin Lampung. Soal relasi, ya jelas lumayan luas, beda dengan saya yang karier “politik” mentok sampai ketua umum OSIS SMAN 2 Bandar Lampung doang, hahahaha.

Soal kecukupan finansial, masak iya kekurangan, insya Allah tidak mungkin. Soal filantropi atau kedermawanan sosial juga tak diragukan.

Kampus Universitas Teknokrat Indonesia setahu saya saban tahun kasih bantuan ke banyak panti asuhan. Waktu pandemi covid-19, tak kurang-kurang Mahathir dan Universitas Teknokrat Indonesia-nya kasih bantuan. Termasuk tuan rumah vaksinasi yang diikuti ribuan orang.

Masjid Al Hijrah di Kota Baru yang November tahun lalu jadi perhelatan Jamaah Tablig Internasional bertajuk Ijtimak Ulama Tablig Akbar Indonesia Berdoa saja diampu full ayahandanya, Bapak Nasrullah Yusuf.

Bandar Lampung, kalau kata saya mah, butuh orang baru yang muda. Yang punya ide segar dan rasa kepedulian yang tinggi. Peduli tinggi bukan diukur dari banyaknya memberangkatkan umrah ya.

Peduli tinggi itu misalnya banyak menganggarkan buat perbaikan jalan rusak. Usaha supaya saluran air di dalam kota bisa bersih dan lancar alias tak mampat. Juga berusaha agar sedikit banyak tata kota diatur lagi supaya rapi.

Kalau boleh ambil contoh semasa Pak Herman HN itu lumayan. Saban Jumat ia perintahkan untuk bersihkan semua gorong-gorong seantero kota.

Maka itu, saya usul Mahathir Muhammad menjadi wali kota Bandar Lampung berikutnya. Program mah enggak usah muluk-muluk. Semua juga tahu anggaran terbatas. Tapi dengan keterbatasan itu, ada skala prioritas.

Jalan tuh yang utama. Baguskan semua jalan yang memang menjadi kebutuhan rakyat. Tapi jangan pilih kasih. Jalan lingkungan yang padat warga diperbaiki karena pemilih banyak, tapi jalan sentral yang tidak di permukiman padat malah tidak disentuh.

Saya sih yakin Mahathir bisa untuk itu. Tinggal apakah ada partai politik yang mau mengusungnya.

Semoga tulisan ini membuka diskusi lebih lanjut soal kepemimpinan di kota ini periode mendatang. Niatnya baik buat masa depan Bandar Lampung. Tabik. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda