Tiga warga Tulangbawang Barat penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tulangbawang Barat – Tiga warga Tulangbawang Barat menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu kemarin malam.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu terbang dengan rute Jakarta-Pontianak. Di antara 50 penumpang, terdapat tiga warga yang berdomisili di Tulangbawang Barat.
Ketiga orang itu semuanya laki-laki dewasa dan warga Desa Toto Makmur, Kecamatan Batuputih.
Mereka adalah Sugiono Efendi, Yohanes, dan Pipit Priyono. Ketiganya adalah buruh bangunan yang hendak ke Pontianak.
Keluarga masing-masing terguncang usai mendapat kabar itu. Supiyati, ibu Yohanes, mengaku ada firasat sebelum musibah ini. Ia sempat cemas anaknya merantau ke Pontianak.
“Sempat tertunda tiga kali keberangkatannya,” kata Supiyati.
Kepala desa setempat, Madrim, menambahkan, ketiga warga itu sosok yang baik dan tipikal pekerja keras.
Keluarga korban masih berharap anggota keluarga mereka ditemukan dengan keadaan selamat. []
