Wartalampung.id, Poncowati – Di balik deretan piala yang menghiasi perjalanan Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMKN 1 Terbanggi Besar, ada sosok yang setia mendampingi sejak 2015. Ia adalah Muhammad Reynaldi, pelatih PMR SMKN 1 Terbanggi Besar yang juga mengabdi sebagai Staf Bidang SDM/Relawan PMI Kabupaten Lampung Tengah.
Pria kelahiran Bandar Lampung, 18 September 1996 ini biasa disapa Kak Rey. Alumnus MAN 1 Lampung Tengah tahun 2014 tersebut mulai mendedikasikan dirinya membina PMR SMKN 1 Terbanggi Besar sejak sepuluh tahun lalu. Bagi Reynaldi, perannya bukan sekadar mengajarkan keterampilan kepalangmerahan, melainkan juga membimbing siswa binaannya dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat kemanusiaan.
Dedikasi tersebut membuahkan rentetan prestasi berkelanjutan. PMR SMKN 1 Terbanggi Besar sukses menyabet Juara Umum Tingkat Provinsi Lampung pada Lomba PMR SIAGA 2016 di SMAN 1 Seputih Raman dan Lomba PMR di SMAN 1 Way Jepara.
Dominasi tersebut berlanjut di tingkat kabupaten. Mereka berhasil merebut Juara Umum Kemah Bakti PMI 2019, Juara Umum Jumbara PMR IV tahun 2024, hingga yang terbaru meraih predikat Juara Umum pada Jumbara PMR V PMI Kabupaten Lampung Tengah tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan yang berjalan bertahun-tahun.
Keberhasilan dan dedikasinya mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SMKN 1 Terbanggi Besar, Umi Tarsih, menyampaikan rasa bangga atas konsistensi pembinaan yang telah melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Kak Rey dalam membimbing anak-anak PMR SMKN 1 Terbanggi Besar. Konsistensi prestasi yang diraih selama ini bukan hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membentuk mentalitas kemanusiaan, kedisiplinan, dan karakter yang kuat pada diri siswa. Pihak sekolah akan terus mendukung penuh kegiatan positif ini,” tegas Umi.
Bagi Reynaldi, capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan lahir dari proses latihan yang disiplin dan kerja keras para siswa.
“Perasaan saya melatih PMR Wira SMKN 1 Terbanggi Besar sangat senang dan luar biasa. Sekarang sekolah semakin peduli dan mengapresiasi prestasi para siswa. Hal itu tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Reynaldi.
Ia menilai, kekuatan utama PMR SMKN 1 Terbanggi Besar terletak pada keseimbangan antara kemampuan teknis dan karakter para anggotanya.
“Murid-murid di sini memiliki kualitas yang bagus, baik dari kemampuan maupun kepribadiannya. Karena itu, bagi saya PMR bukan cuma tempat melatih keterampilan, tetapi sudah seperti rumah kedua. Kami menjadi keluarga dengan silaturahmi yang erat, baik dengan anggota aktif maupun alumni,” tuturnya.
Selain membina internal sekolah, Reynaldi turut mendorong SMKN 1 Terbanggi Besar menjadi wadah bertumbuhnya komunitas PMR melalui Edelweis Youth Competition. Ajang perlombaan yang awalnya berskala kabupaten tersebut kini telah berkembang hingga tingkat Provinsi Lampung.
Menurutnya, ajang ini digelar untuk memberikan ruang bagi para pelajar untuk saling belajar, bereksplorasi, dan memperluas jejaring persahabatan kepalangmerahan.
Perjalanan Reynaldi memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan ekstrakurikuler mampu bertransformasi menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus ikatan kekeluargaan yang erat antara siswa, pelatih, pihak sekolah, dan alumni. [Maya]

Tinggalkan Komentar Anda