Berita Foto Politik

Satgas Covid-19 Ingatkan Pemenang Pilkada Tak Ciptakan Kerumunan

Satgas Covid-19 Ingatkan Pemenang Pilkada Tak Ciptakan Kerumunan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito | ist

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito | ist

Wartalampung.id, Jakarta – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengingatkan kepada pasangan calon kepala daerah yang menang di Pilkada 2020, agar tak merayakan kemenangan dengan banyak orang.

“Saya ingatkan, bahwa masyarakat dan juga paslon dilarang melakukan kegiatan pengerahan massa dalam Pilkada, merayakan kemenangan setelah hasil hitung cepat keluar,” kata Wiku, Kamis, 10/12/2020, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Wiku mengingatkan, semua pihak yang terlibat dalam Pilkada 2020 ini wajib menjaga kondusivitas tahapan penghitungan suara hingga penetapan pemenang. Masyarakat mesti membantu penyelenggara Pilkada untuk mencegah aktivitas yang menimbulkan kerumunan demi menekan Covid-19.

Baca: Berikut Hasil Hitung Cepat Pilkada Pesawaran, Dendi Ramadhona-Marzuki Unggul di 8 Kecamatan

“Pilkada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya sehingga saya meminta kedewasaan dan kebijaksanaannya untuk tidak menyelenggarakan acara yang berpotensi memicu kerumunan apa pun alasannya,” jelas dia.

Wiku juga meminta, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Bila ada pelanggaran protokol kesehatan, maka harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Saya meminta kepada Satgas Penanganan Covid-19 daerah untuk menegakkan disiplin terhadap berbagai bentuk pelanggaran terhadap protokol kesehatan,” kata dia.

Terpisah, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pasangan calon peserta Pilkada 2020 yang kalah danmerasa tak puas dengan hasil resmi rekapitulasi KPU bisa menempuh jalur hukum. Abhan mengimbau agar tidak ada pengerahan massa untuk memprotes hasil Pilkada.

“Paslon silakan gunakan jalur-jalur hukum untuk menyampaikan keberatan. Jangan kerahkan massa untuk menyatakan kekecewaan karena kalah bersaing dengan paslon lain,” kata Abhan dalam keterangan pers, Kamis, 10/12/2020.

Abhan bilang, pengeahan massa akan beresiko, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Bahkan bisa terjadi benturan antara pendukung paslon lainnya.

“Paslon harus bisa meredam para pendukungnya. Tidak memberi arahan untuk turun ke jalan. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya. (*)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda