Berita Foto Lampung Selatan

Unila Berdayakan Lansia Panti Werdha Natar Untuk Cegah Risiko Jatuh Dan Komplikasi Osteoporosis

Unila Berdayakan Lansia Panti Werdha Natar Untuk Cegah Risiko Jatuh Dan Komplikasi Osteoporosis

Tim pengabdian Universitas Lampung melaksanakan edukasi kesehatan, pendampingan lansia, penghuni Panti Werdha Natar.

Wartalampung.id, Lampung Selatan – Universitas Lampung melalui tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan program “Pemberdayaan Lansia untuk Pencegahan Komplikasi Osteoporosis dan Risiko Jatuh di Panti Werdha Natar Kabupaten Lampung Selatan”. Kegiatan ini diarahkan pada upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman lansia, mendeteksi risiko jatuh sejak dini, serta memperkuat kapasitas pendamping panti dalam mendukung kesehatan dan keselamatan lansia.

Program disusun berdasarkan kondisi mitra yang menghadapi keterbatasan mobilitas, keluhan nyeri sendi, postur bungkuk, gangguan keseimbangan, keterbatasan fasilitas asesmen risiko jatuh, serta belum optimalnya pelaksanaan program pencegahan jatuh dan osteoporosis secara terstruktur. Laporan pengabdian juga mengidentifikasi rendahnya pengetahuan lansia mengenai komplikasi osteoporosis dan bahaya jatuh sebagai permasalahan utama yang perlu ditangani.

Salah satu kegiatan utama berupa skrining risiko jatuh menggunakan Timed Up and Go Test (TUG). Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan peserta untuk berdiri dari kursi, berjalan sejauh tiga meter, berbalik, kembali, dan duduk kembali. Dari 41 peserta yang memiliki data skrining, sebanyak 30 peserta (73,2%) masuk kategori berisiko jatuh, sedangkan 11 peserta (26,8%) tidak berisiko.

Data skrining juga menunjukkan sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan dalam tindak lanjut. Sebanyak 23 peserta (56,1%) berada pada kategori berisiko malnutrisi, 14 peserta (34,1%) mengalami multimorbiditas, 12 peserta (29,3%) mengalami gangguan kognitif, dan 9 peserta (22%) memiliki riwayat jatuh. Temuan ini memperlihatkan perlunya pendekatan pencegahan yang mempertimbangkan berbagai faktor risiko pada setiap lansia.

Selain skrining, tim memberikan edukasi kesehatan menggunakan konsep MASAK, yaitu Matahari, Aktivitas fisik setiap hari, Sayur dan buah, Asupan kalsium, serta Konsumsi susu. Konsep tersebut dirancang sebagai media komunikasi kesehatan yang sederhana dan mudah diingat untuk menyampaikan pesan mengenai kesehatan tulang, aktivitas fisik, dan pencegahan jatuh.

Kegiatan juga mencakup pelatihan aktivitas fisik dan latihan keseimbangan sesuai kondisi lansia. Pendamping panti dilibatkan dalam edukasi, pendampingan, dan penguatan pelaksanaan kegiatan agar upaya pencegahan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan panti.

Program menghasilkan sejumlah perangkat pendukung berupa modul atau booklet edukasi lansia, media edukasi kesehatan, media latihan keseimbangan, serta lembar asesmen risiko jatuh. Hasil skrining menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan edukasi dan tindak lanjut bagi peserta.

Tim pengabdian terdiri atas Dr. dr. Ta Larasati, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP sebagai ketua, bersama dr. Helmi Ismunandar, Sp.OT, dr. Muhammad Aditya, Sp.JP., M.Epid, dr. Mukhlis Imanto, M.Kes., Sp.THT-KL, dan Nurul ‘Afifah Hijami, M.K.K.K. Panti Werdha Natar berperan sebagai mitra utama dalam mobilisasi peserta, penyediaan lokasi, serta pendampingan keberlanjutan program.

Melalui integrasi skrining, edukasi, aktivitas fisik, dan pemberdayaan pendamping panti, kegiatan ini membangun pendekatan promotif dan preventif yang lebih terarah untuk mendukung kesehatan tulang, mengurangi risiko jatuh, serta meningkatkan kemandirian lansia di lingkungan panti.[]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda