Dialog ormas. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Salimah menjadi satu-satunya ormas perempuan yang menghadiri dialog ormas dan kepemudaan Islam. Salimah dipesankan untuk tetap jalin silaturahmi dengan ormas wanita lain.
Acara diadakan Kementerian Agama Provinsi Lampung, 7-8 April 2022 di Green Hotel Bandar Lampung. Acara diisi narasumber dari jajaran Kemenag Provinsi dan Bandar Lampung.
Salimah Bandar Lampung diwakili Sa’adatul Hasanah. Selama acara, peserta menerima lima materi, antara lain kebijakan pemerintah di bidang agama Kanwil Kemenag oleh Karwito (Plt. Kepala Kanwil Kemenag Lampung).
Kemudian materi membangun sinergi antarormas oleh Erwinto. Materi ketiga multidimensi ukhuwah oleh Nadirsyah Hawari, kemudian karakter pemuda Islam oleh Arpandi.
Materi kelima membangun kebersamaan di daerah olehQudratul Ikhwan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung.
Acara dibuka Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Karwito. Karwito mengatakan, moderasi beragama berada di tengah-tengah. Jika terlalu kanan, biasanya tidak menerima yang berbeda sehingga mudah untuk menjustifikasi orang sesat dan bidah.
Jika terlalu kiri, akan terikut paham liberal dan kesalahan memahami HAM.
Saadah, utusan Salimah, menyampaikan pertanyaan, pesan apa yang dapat diberikan kepada para ibu agar lebih berkualitas karena begitu banyak dekadensi moral yang terjadi.
Pertanyaan Salimah ini kemudian dijawab Qudratul Ikhwan. Qudratul memberi pesan kepada muslimah agar dengan adanya emansipasi wanita tetap menyeimbangkan dengan agama agar tidak menyimpang atau kebablasan dari jalur agama.
Wanita juga harus waspada terhadap infiltrasi budaya yang berpotensi merusak. Qudrotul juga berpesan agar Salimah menjalin kebersamaan dengan ormas wanita lain dengan indah, kokoh, dan sehat. []
