Berita Foto Bisnis

Rika Monika, Honorer yang Cari Cuan dari Bisnis Bucket Snack Bandar Lampung

Rika Monika, Honorer yang Cari Cuan dari Bisnis Bucket Snack Bandar Lampung

Rika Monika. | Dokumentasi Rika Monika

Rika Monika. | Dokumentasi Rika Monika

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sukses di usia muda. Begitulah keinginan seorang Rika Monika atau kerap disapa Rika.

Dara manis ini tinggal di daerah Telukbetung Barat, Bandar Lampung. Ia adalah pemilik usaha Bucketsnackbdl.

Pada usianya yang baru 24 tahun Rika sudah memiliki berbagai usaha, salah satunya yaitu Bucket Snack Bdl.

Rika sendiri saban hari bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah menengah pertama di Bandar Lampung.

Rika menjelaskan ia memulai usaha rumahan Bucket Snack dari akhir tahun 2017.

“Akhir tahun 2017, dulu booming-nya bucket dari flanel. Tapi karena aku enggak suka ribet orangnya, jadi aku cari alternatif lain. Ketemu deh ide bucket snack yaitu snack yang dirangkai dengan kertas wraping sehingga membentuk bucket,” jelas Rika Monika kepada Wartalampung.id, melalui aplikasi WhatsApp, pada Senin, 27/9/2021.

Rika menjelaskan alasan dia membuka usaha Bucket Snack Bdl karena senang atau hobi berdagang.

“Iya aku pada dasarnya emang seneng wirausaha sejak SMP,. Dulu pas SMP aku jualin pulsa ke temen-temen. Jadi emang dari dulu sampai sekarang juga seneng ngejalaninnya, karena juga orang tuaku seorang wiraswasta dengan penghasilan yang enggak tetap. Aku udah mikir ke situ juga sih untuk mulai buka usaha sendiri,” tutur Rika.

Ia menjelaskan bahwa bucket yang diproduksinya bukan hanya itu saja.

“Macem-macem tergantung request customer, bisa bucket uang, bisa bucket boneka, dan sebagainya,” jelas Rika.

Untuk usaha rumahan, Rika sendiri memiliki 3 karyawan untuk membantu usahanya. Di usia mudanya ia sukses membeli tanah dan rumah untuk investasi masa depan.

“Ada 3 orang yang bantu, itu pun orang terdekat yang aku percaya. Alhamdulillah sudah bisa investasi untuk masa depan, udah kebeli rumah dan tanah,” jelas Rika.

Rika menjelaskan, dalam sebulan ia bisa meraup omzet hingga Rp8 jutaan.

“Kalau lagi ramai acara mahasiswa seperti seminar proposal, ujian komprehensif, dan wisuda atau Idul Fitri alhamdulillah pernah sampai Rp8 juta ke atas,” katanya.

Rika menjelaskan bagaimana ia membagi waktu antara profesinya sebagai guru honorer dengan usahanya.

“Dari pagi aku ngajar sampai siang. Siang sampai malam aku fokus ngurusin usaha,” lanjutnya.

Rika berpesan untuk anak muda yang sedang berkuliah atau bekerja untuk berani ambil risiko.

“Yang penting mau nyoba dulu, karena kita enggak tahu rezeki mana yang bawa kita ke kesuksesan. Jadi anak muda harus berani ambil risiko. Untung atau enggak urusan belakangan,” pungkas Rika. [Fadilla Qamilia, Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UBL]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda