Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung Tanggamus

Muli Lampung 2020 Mega Diana Zamzam, Kuda Hitam Petarung Tangguh

Muli Lampung 2020 Mega Diana Zamzam, Kuda Hitam Petarung Tangguh

Mega Diana Zamzam. | Dokumentasi Instagram Mega Diana Zamzam

Mega Diana Zamzam. | Dokumentasi Instagram Mega Diana Zamzam

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sejak awal mengikuti Muli-Mekhanai 2020, Mega Diana Zamzam tidak kebayang bakal juara 1. Pun tidak terbersit keinginan lolos sejauh itu. Termasuk masuk 13 dan 6 besar. Jauh sama sekali.

Sejak menginjakkan kaki pertama pada kontes itu, ia sekadar ingin berpartisipasi dan membawa nama daerah asalnya, Kabupaten Tanggamus.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unila itu pun tak membawa staf khusus yang mesti memotret dan mengunggah semua kegiatan itu di media sosial Instagram. Mega memilih senyap.

Namun, saat ia memasuki masa karantina dan malah lolos 6 besar, syukur alhamdulillah tak lepas-lepas dari lisannya. Baginya itu sudah lebih dari cukup.

Satu poin yang membuat Mega demikian karena ia mengenakan hijab. Sudah menjadi rahasia umum, dalam kontes semacam itu di mana si pemenang berhak mewakili Lampung ke Putri Indonesia, lazimnya si pemenang tidak memakai hijab.

Tapi bukan Mega namanya kalau inferior alias rendah diri. Dengan kemampuan public speaking yang mumpuni dan bahasa Inggris lumayan lancar, ia percaya diri melangkah lebih jauh.

Cuma, ia tidak yakin kalau bisa jadi juara 1. Ia bahkan sudah memplot menjadi juara 3 pun tak apa ketika ajang Muli-Mekhanai sudah menjelang garis finis.

Baca: Bahagia Itu Sederhana, Muli Lampung 2020 Mega Diana Zamzam Bercerita

Maka, saat pembawa acara menyebut pemenang Muli Lampung 2020 dari Tanggamus, Mega Diana Zamzam sontak tepuk tangan. Lho , katanya tidak yakin?

Mega bercerita kepada wartalampung.id, ia bertepuk tangan spontan itu karena senang daerahnya yang menang. Mega tidak sadar bahwa itu artinya dia yang mesti maju dan menerima mahkota kemenangan.

Mega agak lama angong usai bertepuk tangan. Ia senang karena nama daerah asalnya disebut. Tapi ia lupa, kalau yang mewakili Tanggamus ya ia sendiri.

Beberapa jenak kemudian, gadis manis ini sadar, dia-lah yang menjadi kampiun atas perhelatan akbar itu. Dia-lah yang bakal menyandang gelar Muli Lampung 2020 dan bersiap-siap menuju pentas Putri Indonesia.

Mega kepada wartalampung.id mengatakan, sedari awal ia tidak kepikiran bakal juara. Meski piawai dan terbiasa di depan kamera, catwalk, publik speaking, dan bahasa Inggris, ia tidak lantas jemawa dan yakin bakal menembus tiga besar.

Kepercayaan diri itu baru makin muncul saat karantina dan melihat ia bisa tampil dengan bagus dan meyakinkan. Tutur kata yang runut dan enak disimak, wajah manis yang sedap dipandang, serta kerendah-hatian dara manis ini akhirnya yang membuat semua juri kepincut dan menetapkan Mega sebagai Muli Lampung 2020.

“Jangan pernah takut untuk memulai, bertarung, dan berkompetisi. Yakin boleh, jemawa enggak boleh. Jangan inferior, tunjukkan aja yang kita bisa dengan seoptimal mungkin. Selebihnya biar Allah Swt yang menentukan,” kata dia seraya memamerkan senyum ramahnya.

Beberapa rekan Mega berkomentar kalau Muli Lampung 2020 itu bak kuga hitam. Dari horse dalam istilah pertandingan diberikan kepada orang atau klub yang tidak diperhitungkan tapi berkemungkinan membuat kejutan.

Ibarat Yunani di Piala Eropa 2004 yang tak disangka-sangka malah juara. Atau seperti Turki di Piala Dunia 2002 saat sukses menjadi juara 3 di Jepang dan Korea Selatan.

“Mega ini kayak kuda hitam. Sama sekali enggak diperhitungkan. Baru begitu masuk karantina di mana peserta udah tinggal beberapa, perhatian orang mulai tertuju kepadanya. Alih-alih malah juara,” kata Tomas, salah seorang sahabatnya, kepada wartalampung.id beberapa waktu lalu di Bandar Lampung.

Sukses untuk karier dan kuliahnya ya kuda hitam, eh Mega Diana Zamzam. [Adian Saputra]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda