Karyawan membuat tas rajut bahan tali kelam di usaha milik Misno. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tanjung Bintang – Misno adalah pemilik kerajinan tas rajut berbahan bekas tali kelam. Dia berumur 45 tahun dan sudah menggeluti usaha ini sekitar 13 tahun lamanya.
Pertama kali dia membuka usaha ini belajar dari kedua orangtuanya yang bertempat tinggal di Dusun Budi Utomo 2, Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Modal pertama yang dia keluarkan yaitu sekitar Rp200 ribu untuk membeli bahan tali kelam yang dia beli dari pengepul.
Omzet per minggu yang dia peroleh sekitar kurang lebih Rp1,5 juta. Dia menjual hasil kerajinan tas rajut ini Rp15 ribu per buah dan Rp11 ribu per kodi.
Saat ini, Misno sudah memiliki dua karyaman yang dia upah dari tas rajut itu Rp2.000 per buah.
Dalam sehari mereka dapat menghasilkan kurang lebih 20 buah tas rajut atau sesuai pesanan dari pelanggan.
Awal mula dia menawarkan tas rajutnya yaitu dengan berkeliling. Kini Misno sudah mempunyai pelanggan tetap. Itu mempermudahnya dalam memasarkan kerajinan tas rajutnya.
“Jika ada yang ingin belajar membuat kerajinan tangan tas anyaman berbahan bekas tali kelam, saya persilakan,” ujar Misno.
Untuk saat ini, ada tetangganya yang sudah membuka usahanya sendiri setelah dia belajar dengan Misno.
Misno berharap apa yang dia ajarkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. []
