Nnoula Dough
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nnoula Dough adalah usaha kuliner yang didirikan oleh salah satu alumni Bahasa Prancis Unila.
Usaha ini bergerak di bidang dessert, dengan soft cookies sebagai produk utama dan berbagai varian dessert lainnya.
Amelia Khoirun Nisa, alumni Program Studi Bahasa Prancis Universitas Lampung, memilih mengembangkan usaha di bidang kuliner melalui Nnoula Dough.
Menjalankan usaha yang masih berbasis homemade, membuat Amelia harus menangani sebagian besar proses produksi secara mandiri. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang ia hadapi selama mengembangkan Nnoula Dough.
Menurut Amelia, proses produksi menjadi bagian yang paling melelahkan. Terlebih ketika mendapatkan pesanan dalam jumlah besar.
“Karena masih homemade dan juga masih ngerjain semuanya sendiri. Apalagi pas ada bulk order, lelah banget,” ujar Amelia.
Meski cukup menguras tenaga, Amelia tetap menjalankan proses produksi secara mandiri. Ia juga terus mengembangkan pilihan produk agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan.
Soft cookies menjadi produk yang paling laris karena sejak awal Nnoula Dough memang dikenal dengan produk tersebut. Namun, setelah menghadirkan berbagai variasi tambahan, penjualan produk menjadi lebih merata.
“Setelah banyak variasi tambahan, jadi semuanya merata karena setiap variannya punya penggemarnya sendiri,” katanya.
Dalam perjalanan membangun Nnoula Dough, Amelia menyebut dirinya sendiri menjadi sosok yang paling berpengaruh.
Ia mengawali usaha tersebut dari ide, melakukan riset dan pengembangan produk, hingga menjalankan promosi pada tahap awal.
Meski demikian, dukungan orang tua juga menjadi bagian penting bagi Amelia. Tujuannya menjalankan usaha sekaligus mengejar impiannya.
Pengalaman tersebut membuat Amelia memahami bahwa berwirausaha membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Ia menyadari bahwa usaha tidak selalu langsung mendapatkan banyak pelanggan ketika baru dimulai.
Bagi teman-teman yang ingin mengikuti jejaknya dalam berwirausaha, Amelia berpesan agar tidak takut untuk memulai dari skala kecil. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda