Bisnis

Merintis Pengalaman Kerja, Mahasiswa Unila Gabung UMKM Kupat Tahu Hj. Dinie

Merintis Pengalaman Kerja, Mahasiswa Unila Gabung UMKM Kupat Tahu Hj. Dinie

Kupat Tahu Hj. Dinie

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2024, Elia Tri Sella Butarbutar, bekerja sebagai karyawan di UMKM Kupat Tahu Hj. Dinie Khas Tasikmalaya. (5/9/2026)
UMKM tersebut berlokasi di area parkiran belakang shuttle bus Universitas Lampung. Yang menjadi kawasan Taman Kuliner (TKU) Unila.
TKU tersebut beroperasi setiap Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kawasan tersebut menjadi salah satu sentra jajanan dan bazar yang dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjajakan berbagai produk makanan kepada masyarakat dan warga kampus.
Kupat Tahu Hj. Dinie Khas Tasikmalaya didirikan oleh Ludi Satria pada 22 Oktober 2024. Usaha tersebut menyediakan sekitar 150 porsi kupat tahu setiap kali berjualan dengan harga Rp16.000 per porsi.
Ciri khas produk tersebut terletak pada penggunaan bumbu kacang khas Tasikmalaya.
Menurut Elia, jumlah pembeli biasanya mengalami peningkatan pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
“Sedikit ramai pada saat memulai penjualan, namun tetap lancar kok,” ujar Elia kepada Wartalampung.id saat menjelaskan kondisi penjualan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam operasionalnya, UMKM tersebut mempekerjakan lima orang dengan pembagian tugas yang berbeda.
Terdapat karyawan yang bertugas sebagai kasir, penyaji makanan, juru masak, pemotong kupat, serta pembuat konten untuk kebutuhan promosi.
Elia Butar Butar telah bekerja di UMKM tersebut selama lebih dari satu tahun.
Dalam pekerjaannya, ia bertanggung jawab sebagai penyaji makanan kepada para pembeli. Jam kerja dimulai sejak pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Menurut Elia, salah satu tantangan yang kerap dihadapi karyawan terjadi ketika jumlah pembeli meningkat.
Kondisi tersebut membuat sebagian pembeli harus menunggu sehingga membutuhkan ketelitian dan kecepatan dalam melayani pesanan.
Selain menghadapi lonjakan pembeli, UMKM tersebut juga menghadapi kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Kondisi tersebut membuat harga kupat tahu mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp16.000 per porsi.
Meski demikian, penjualan Kupat Tahu Hj. Dinie Khas Tasikmalaya disebut masih berjalan dengan cukup lancar.
Elia berharap Ke depannya usaha tersebut dapat berkembang.
“Harapan saya semoga UMKM ini memiliki toko tetap dan membuka lebih banyak cabang”.
Keberadaan UMKM seperti Kupat Tahu Hj. Dinie Khas Tasikmalaya di kawasan TKU turut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen di lingkungan Universitas Lampung. [Ridho Ardi Anda]
Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda