Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Jatim dan Lampung Tingkatkan Produksi Sapi Menuju Swasembada Daging

Jatim dan Lampung Tingkatkan Produksi Sapi Menuju Swasembada Daging

Konferensi pers Gubernur Arinal Djunaidi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. | Dokumentasi

Konferensi pers Gubernur Arinal Djunaidi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa timur menjalin sejumlah kerja sama. Salah satunya meningkatkan jumlah produksi sapi melalui inseminasi buatan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta langsung agar Pemprov Lampung mengirim tim ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari, Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, petugas inseminasi yang dimiliki Jatim cukup banyak. Produksi ternak baik sapi perah maupun sapi potong di Jatim jumlahnya sangat tinggi.

“Saat ini populasi sapi potong Jatim ada 5 juta ekor. Ini tertinggi dibandingkan provinsi lain,” ujarnya saat konferensi pers, Senin, 9/5/2023.

Menurutnya, pemerintah bisa menyiapkan swasembada daging dengan sangat mudah diukur jika masing- masing menyiapkan proses percepatan penyemaian benih pada hewan ternak.

Ia menilai, peternakan di Lampung sangat baik dan luar biasa. Apalagi jika didukung dengan tenaga inseminasi yang banyak sehingga dari Lampung dan Jawa Timur Indonesia bisa swasembada daging.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Lampung Lili Mawarti menyambut baik kerja sama untuk meningkatkan SDM di tingkat OPD khususnya di bidang peternakan, dengan Lampung mengirimkan tim ke BIB Singosari Malang milik Kementan.

Ia mengatakan, Jatim memiliki Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari milik Kementrian Pertanian.

Bahkan, populasi sapi di Jatim mencapai 5 juta ekor sapi, sementara di Lampung 914.000-an.

Lampung sendiri telah memiliki UPT BIB D di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, yang sudah menghasilkan straw semen beku atau benih beku.

Meski Lampung sudah berswasembada benih beku, tawaran Gubernur Jatim untuk Lampung mengirimkan tim ke BIB Jatim cukup baik guna meningkatkan SDM mantri hewan maupun petugas inseminator.

Ia juga mengatakan, jika semen (mani) beku yang dihasilkan BIB D Lampung sudah berstandar SNI dan telah menyumbang dan dijual bebas ke seluruh Indonesia.

“Jadi ada sembilan sapi kita sudah berstandar SNI. Kemarin kita susah menjual untuk kegiatan Sikomanda (sapi kerbau komoditas andalan dalam negeri), salahnya dari semen beli straw BIB kita,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung telah menyebar petugas inseminator untuk mempermudah petani atau peternak untuk mendapatkan semen beku atau benih beku atau melalui aplikasi Kartu Petani Berjaya (KPB). [Sugiono]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda