Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Fatayat NU Lampung Adakan Pelatihan Hidroponik Bagi Kelompok Masyarakat Binaan

Fatayat NU Lampung Adakan Pelatihan Hidroponik Bagi Kelompok Masyarakat Binaan

Fatayat NU Lampung Adakan Pelatihan Hidroponik Bagi Kelompok Masyarakat Binaan | Dokumentasi Fatayat NU

Fatayat NU Lampung Adakan Pelatihan Hidroponik Bagi Kelompok Masyarakat Binaan | Dokumentasi Fatayat NU

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada 22 Desember 2020, Pengurus Wilayah Fatayat NU Lampung mengadakan kegiatan pelatihan wirausaha baru di bidang hidroponik.

Pelatihan itu dalam rangka penanganan dampak Covid-19 di Bidang Ketenagakerjaan Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Ditjen Bina Penta dan PKK Kemnaker RI dengan tema Budidaya Tanaman Hidroponik.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk tiga kelompok binaan, yaitu Kelompok Masyarakat Bina Harapan, Kelompok Masyarakat Kuntum Mekar Wangi, dan Kelompok Masyarakat Berkah Jaya Abadi. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut.

Acara pembukaan berlangsung acara di Taman Selfi Kemiling, Bandar Lampung. Hadir Ketua PW Fatayat NU Lampung Wirdayati, Pembinaan Fatayat NU Lampung khalida, Mediator dari Disnaker Provinsi Lampung, dan narasumber dari Polinela Lampung.

Ketua PW Fatayat NU Wirdayati dalam sambutannya mengatakan, perempuan sebetulnya memiliki potensi yang besar untuk turut serta membangun ketahanan pangan di Indonesia, di antaranya bercocok tanam.

Baca: Anak Muda Miliki Peran Penting Guna Majukan Pertanian

Namun, rata-rata terkendala lahan. Oleh karena itu, pengetahuan sistem tanam hidroponik ini menjadi penting untuk dikenalkan kepada kader. Karena, dengan sistem ini bisa lebih hemat lahan, hemat pupuk serta hemat air.

“Saya berharap materi yang diperoleh di sini bisa dipraktikkan di rumah. Setidaknya, dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan keluarga. Makan dari apa yang ditanam. Tanam apa yang akan dimakan. Syukur-syukur bisa berkembang dalam skala yang lebih besar. Hasilnya bisa masuk ke dunia usaha dan dunia industri,” ujar Wirdayati melalui rilisnya.

Pada pelatihan tersebut peserta dikenalkan dengan sistem partanian modern yang mudah dikerjakan, bahkan di lahan yang sempit sekalipun, seperti teras. Selanjutnya, mereka juga ada sesi praktik, mulai dari praktik menyemai, maracik nutrisi atau pupuk, hingga memanen.(*)

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda