Workshop Teknik Penghitungan Inflasi dan Analisis BPS Bandar Lampung. | Kezia Permata Sari Sihite

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Statistisi ahli muda Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Bayu Juniardi dan BPS Kota Bandar Lampung M Rafiqo Ardi menjadi narasumber dalam sesi yang sama pada Workshop Teknik Penghitungan Inflasi dan Analisis BPS Bandar Lampung, di Hotel Emersia, Senin kemarin, 18/12/2023.
Acara diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Bandar Lampung. Acara berlangsung sampai dengan hari ini, Selasa, 19/12/2023.
Materi yang disampaikan kedua narasumber adalah teknik penghitungan data inflasi dan serba-serbi pengumpulan data inflasi. Rafiqo memulai dengan menjelaskan serba serbi pengumpulan data inflasi, sementara Bayu memberikan penjelasan tentang teknik penghitungan data inflasi.
Rafiqo menjelaskan inflasi dalam pemaparannya mengenai serba-serbi pengumpulan data inflasi.
Inflasi merupakan tingkat kenaikan harga secara umum dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia.
BPS melakukan survei untuk mengumpulkan data harga dari berbagai macam barang dan jasa yang mewakili belanja konsumsi masyarakat.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.
Rafiqo juga menjelaskan beberapa penyebab inflasi, seperti kenaikan harga makanan yang tidak stabil, pengaturan harga oleh pemerintah, perubahan ekonomi global maupun domestik, dan faktor inflasi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Saat ini, negara-negara yang mengalami inflasi berat, dengan lebih dari 100 persen per tahun, adalah Venezuela, Lebanon, dan Argentina.
“Tiga negara ini sedang menghadapi inflasi yang sangat tinggi, mungkin disebabkan oleh faktor politik atau distribusi barang yang tidak efisien, sehingga harga-harga di negara tersebut naik,” jelasnya.
Inflasi sebenarnya tidak selalu berdampak negatif. Inflasi juga mencerminkan adanya perputaran ekonomi, tetapi tetap harus dikendalikan agar tidak berlebihan.
Bayu kemudian melanjutkan materi dengan menjelaskan teknik penghitungan data, terutama terkait indeks harga konsumen (IHK), dan memberikan rumus-rumus yang dapat digunakan untuk menghitung inflasi.
Beberapa contohnya adalah inflasi bulan ke bulan, inflasi tahun kalender, dan inflasi year on year.
Pada akhir sesi, Bayu menjelaskan BPS membuat alat ukur inflasi dan bukan bertugas untuk mengendalikan inflasi. [Kezia Permata Sari Sihite]

Tinggalkan Komentar Anda