Bandar Lampung

Berjuang Demi Kesembuhan Suami, Endang Merasa Sangat Terbantu dengan Keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung

Berjuang Demi Kesembuhan Suami, Endang Merasa Sangat Terbantu dengan Keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung

Asep dan Endang. | Mirliana

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Perjuangan melawan penyakit tumor otak tidaklah mudah, terlebih jika harus dijalani selama bertahun-tahun.

Hal inilah yang dirasakan oleh Endang, seorang istri sekaligus ibu dua anak asal Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.

Demi mendampingi sang suami, Asep (33), Endang harus merantau sementara ke Bandar Lampung untuk menjalani pengobatan intensif di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.

Sejak 24 Agustus lalu, Endang dan suami tinggal sementara di Rumah Singgah Pasien (RSP) YBM PLN-IZI Lampung yang bulan depan tepatnya tanggal 25 akan berganti nama menjadi Griya Singgah Pasien (GSP).

Di tempat inilah mereka menemukan harapan baru dan meringankan beban di tengah perjuangan pengobatan yang menguras tenaga serta biaya.

Endang menceritakan, sakit yang diderita suaminya bermula dari gejala sakit kepala biasa yang sempat dianggap remeh.

Namun, seusai pulang kerja, sang suami mendadak mengalami kejang hebat. Peristiwa tersebut terus berulang hingga suami tidak lagi sanggup bekerja mencari nafkah.

“Awalnya dikira stroke atau masuk angin duduk. Setelah diperiksa, ternyata ada tumor otak yang sudah menyerang saraf. Suami saya sudah menjalani operasi pertama di RS Jenderal Ahmad Yani Metro dan operasi kedua di RS Urip Sumoharjo. Sekarang dirujuk ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek untuk jalani terapi sinar radiologi,” ujar Endang kepada wartalampung.id.

Perjuangan ini terasa kian berat karena penyakit sang suami telah berlangsung hampir lima tahun.

Sebagai kepala keluarga yang berusia masih sangat muda, kondisi ini memaksa Endang untuk menggantikan peran mencari nafkah sekaligus mengurus kedua anak mereka—anak pertama yang duduk di kelas 1 SMP dan anak kedua yang berusia empat tahun.

Salah satu tantangan terbesar bagi Endang adalah kondisi kejang yang dialami suaminya sewaktu-waktu tanpa mengenal tempat dan kondisi.

”Banyak sekali tantangannya, Mbak. Tiba-tiba kejang waktu mandi, makan, atau lagi duduk saja. Kalau mau kejang biasanya tangan ditarik-tarik dulu atau kaki diinjak-injak sekuatnya biar uratnya lemas. Kalau tidak kuat ya langsung menggebrak lalu kejang,” tutur Endang mengelus dada.

Di tengah situasi sulit tersebut, keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung menjadi oasis bagi keluarga Endang. Seluruh fasilitas yang disediakan sangat membantu meringankan pengeluaran harian selama di Bandar Lampung.

“Sangat membantu banget tinggal di sini. Makan dikasih gratis, tempat tinggal nyaman ada fasilitas AC gratis, bahkan kalau token listrik habis tinggal laporan langsung diisikan. Ada juga layanan antar-jemput ke rumah sakit,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Endang berharap pengobatan radioterapi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek berjalan lancar dan sang suami diberikan keajaiban kesembuhan oleh Allah SWT.

“Harapan saya semoga suami bisa sembuh, bisa pulang ke rumah, dan kembali bekerja mencari nafkah untuk anak dan istri. Kami sangat mendambakan keajaiban dari Allah SWT agar dia bisa sehat kembali,” tutup Endang. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda