Bandar Lampung

Berjuang Melawan Tumor Gigi, Pasien Asal Pesisir Barat Terbantu Keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung

Berjuang Melawan Tumor Gigi, Pasien Asal Pesisir Barat Terbantu Keberadaan Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung

Hermansyah dan Maryani. | Mirliana

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Proses pengobatan penyakit berat yang membutuhkan waktu panjang kerap menjadi tantangan besar bagi masyarakat yang bermukim jauh dari pusat kota.

Hal ini dialami oleh Hermansyah (53) dan istrinya, Maryani (53), warga Krui, Kabupaten Pesisir Barat, yang harus menjalani perawatan medis intensif di Bandar Lampung.

Demi mendampingi sang suami berobat, Maryani setia menemani Hermansyah yang didiagnosis menderita tumor gigi.

Pengobatan tersebut telah berlangsung selama satu tahun terakhir di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, mencakup serangkaian tindakan operasi hingga terapi sinar radiologi sebanyak 33 kali.

Maryani menceritakan, perjalanan medis suaminya bermula ketika mereka berobat ke RS Handayani di Kotabumi.

Namun, karena keterbatasan alat dan perlengkapan medis, pihak rumah sakit merujuk Hermansyah ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis ahli bedah.

“Awalnya kami berobat di Kotabumi, tapi dokter di sana merujuk langsung ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek karena alatnya tidak ada. Setelah mengurus pendaftaran dan pemeriksaan menyeluruh, suami saya akhirnya menjalani tindakan operasi,” ujar Maryani hari ini kepada wartalampung.id.

Perjuangan Hermansyah tidaklah singkat. Ia telah melewati serangkaian tindakan medis rumit, mulai dari operasi pengambilan spesimen, operasi besar, hingga pemasangan serta pelepasan penyangga (behel) pada area bibir pascaoperasi.

Kondisi medis suaminya yang juga memiliki riwayat hipertensi menuntut kesabaran ekstra dari Maryani selama masa pemulihan.

“Tantangannya banyak sekali, kita harus sabar mendampingi bapak. Karena operasi di bagian bibir, air liurnya terus mengalir sehingga proses pengeringan lukanya memakan waktu cukup lama,” tutur Maryani.

Di tengah masa pengobatan yang panjang dan harus bolak-balik dari tempat asal yang jauh, keberadaan Rumah Singgah Pasien (RSP) YBM PLN-IZI Lampung menjadi tumpuan bagi Mariani dan suami.

Selama menetap dari pertengahan Agustus lalu untuk menyelesaikan rangkaian radioterapi, fasilitas di rumah singgah dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarga.

“Keberadaan rumah singgah ini sangat membantu kami yang berasal dari daerah jauh. Kebutuhan tempat tinggal hingga bahan makanan sehari-hari seperti sayur, tahu, dan tempe disiapkan di sini. Kalau kami ingin menu lain, tinggal patungan untuk beli bahan tambahannya. Alhamdulillah benar-benar terasa bantuannya,” ungkap Maryani penuh syukur.

Kini, setelah menyelesaikan seluruh sesi terapi sinar, Maryani berharap kondisi kesehatan sang suami terus membaik sehingga dapat kembali beraktivitas normal.

“Kata dokter kondisi Bapak saat ini sudah menunjukkan kesembuhan. Harapan kami semoga proses pemulihan berjalan lancar, cepat sembuh total, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. [Mirliana Amira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda