Simulasi dalam materi terakhir pembekalan KKN tematik perlindungan perempuan. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rangkaian kegiatan pembekalan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tematik perlindungan perempuan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Lampung bersama perguruan tinggi resmi berakhir dengan pelaksanaan simulasi audiensi dan edukasi kepada masyarakat mengenai isu tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan migrasi aman bagi pekerja migran Indonesia (PMI).
Acara diadakan hari ini di Gedung Pusiban kompleks Pemprov Lampung.
Kegiatan penutupan ini menjadi bekal praktik bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN. Para peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk mengimplementasikan pengetahuan tersebut melalui simulasi yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Sebelum mengikuti simulasi, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai strategi pembuatan konten kreatif sebagai media kampanye digital.
Materi ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pesan-pesan perlindungan perempuan secara menarik, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat melalui berbagai platform media sosial.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali metode pemetaan potensi ekonomi kreatif di desa.
Pembekalan tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa mengidentifikasi potensi usaha masyarakat, khususnya yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai salah satu upaya pencegahan TPPO.
Melalui penguatan ekonomi keluarga, diharapkan masyarakat memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap berbagai bentuk eksploitasi dan perdagangan orang.
Pada sesi akhir, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melaksanakan simulasi audiensi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok perempuan, dan pemuda.
Dalam simulasi tersebut, mahasiswa berlatih menyampaikan materi mengenai bahaya TPPO, pentingnya memilih jalur resmi sebagai PMI, mengenali modus-modus perekrutan ilegal, serta langkah-langkah memperoleh informasi dan perlindungan sebelum bekerja ke luar negeri.
Simulasi berlangsung interaktif dengan berbagai studi kasus yang menggambarkan situasi riil di masyarakat. Mahasiswa juga berlatih menjawab pertanyaan, membangun komunikasi persuasif, serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya perdagangan orang dan mendukung migrasi yang aman.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Hanita Farial menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi perlindungan perempuan dan pencegahan TPPO kepada masyarakat.
Melalui KKN Tematik ini, kata dia, mahasiswa tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat edukasi perlindungan perempuan, mendorong migrasi aman bagi calon PMI, serta menggali potensi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pembekalan dapat diimplementasikan secara nyata di lokasi KKN,” ujarnya.
Melalui pembekalan yang komprehensif ini, diharapkan seluruh mahasiswa mampu menjalankan program KKN Tematik Perlindungan Perempuan yang dititipkan okeh Dinas PPPA Provinsi Lampung secara optimal dengan mengintegrasikan edukasi perlindungan perempuan, kampanye kreatif melalui media sosial, pemetaan potensi ekonomi kreatif, serta pelaporan kegiatan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat yang aman, berdaya, dan bebas dari praktik perdagangan orang.
Adapun peserta dalam pembekalan KKN tematik ini adalah 60 mahasiswa UIN Raden Intan Lampung dan 40 mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu (UAP). []

Tinggalkan Komentar Anda