“Nnoula Dough” milik Amelia Khoirunisa. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis 2022 Unila, Amelia Khoirunisa berhasil membangun usaha kuliner dengan nama Nnoula Dough, yang berfokus pada penjualan dessert manis seperti cookies dan brownies.
Kepada wartalampung.id hari ini, Amelia bercerita bahwa usaha ini berawal dari hobi baking di rumah.
“Saya pernah mencoba berjualan kue tart dan dessert box. Belakangan saya sering membuat cookies dan brownies untuk keluarga dan teman dekat, ternyata responsnya positif dan banyak yang mendukung untuk dijual. Dari situlah saya mulai serius menjual cookies dan brownies secara online,” ujarnya.
Menurut Amelia, ia memilih fokus pada cookies dan brownies karena keduanya merupakan comfort dessert yang simpel dan bisa dinikmati kapan saja.
“Enggak ribet, bisa jadi teman minum kopi atau cemilan kapan saja. Selain itu, saya memang punya passion di baking cookies dan brownies, jadi proses produksinya lebih enjoy,” jelasnya.
Soal ciri khas, Nnoula Dough mengutamakan tekstur dan rasa yang seimbang.
“Manisnya pas, cokelatnya kaya, tapi tetap ringan dimakan. Ada juga ukuran bite size yang praktis ditambah dengan saus cokelat sebagai cocolan. Kemasannya pun clean dan soft, agar memberi kesan personal sekaligus premium,” tambah Amelia.
Saat ini, Nnoula Dough menawarkan beberapa varian, yaitu Classic Cookie, Midnight Choco Bite Cookies, serta Browchi, inovasi brownies balut mochi dengan sensasi chewy.
Tak berhenti di situ, Amelia tengah mengembangkan produk baru berupa fudgy brownies bite dengan dua varian rasa, OG dan Lotus.
“Saya juga sedang menyiapkan packaging untuk gift set, supaya bisa jadi pilihan hampers atau kado,” katanya.
Untuk strategi pemasaran, Amelia mengandalkan media sosial, khususnya Instagram dan TikTok.
“Saya lebih sering menggunakan sistem pre-order (PO) setiap minggu. Selain itu, konten foto, video, dan review dari customer sangat membantu promosi,” jelasnya.
Ke depan, Amelia berharap Nnoula Dough dapat berkembang lebih luas, memiliki pelanggan setia, hingga suatu saat bisa membuka toko kecil yang estetik.
“Harapannya usaha ini bisa dikenal lebih banyak orang dan punya tempat sendiri yang bisa jadi destinasi kuliner dessert,” ujarnya. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda