Lutfi Yulisa. | Bhazair Ayuningtyas

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lutfi Yulisa dari Metro Lampung News peraih penghargaan Saidatul Fitriah 2024 yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, mengangkat isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Talangsari, Lampung Timur, pada kompetisi ini.
Lutfi Yulisa berhasil mendapatkan penghargaan Saidatul Fitriah 2024 dengan karya kisah trauma korban pelanggaran HAM berat di Talangsari, Lampung Timur. Penghargaan diberikan AJI Bandar Lampung Selasa malam, 1/10/2024 di Bandar Lampung, dalam acara bertajuk Malam Penganugerahan Saidatul Fitriah dan Kamaroeddin.
Ia mengatakan, memang sudah mengenal narasumber sebab sudah beberapa kali ke Talangsari.
“Saya liputan Talangsari tahun lalu, kebetulan sudah pernah ke sana sejak 2021 dan mengenal narasumber dengan baik. Persiapannya sama seperti liputan pada umumnya, menyiapkan draft pertanyaan dan mempelajari isunya,” jelasnya.
Lutfi merasa tantangan yang ia rasakan adalah karena ia mengambil topik trauma yang dialami korban Talangsari. Ia membutuhkan pendekatan ke narasumber karena tidak mudah bagi para korban menceritakan kisah trauma mereka.
Selain itu, tantangannya adalah bagaimana harus profesional saat liputan karena kadang terbawa suasana saat mendengar cerita traumatik dari korban.
Liputan ini, Lutfi mulai sejak Agustus 2023. Terdapat tiga karya tentang trauma yang dialami korban Talangsari.
“Terdapat tiga karya tentang trauma yang dialami korban Talangsari. Hasil liputan saya sejak 2021—2023, kemudian saya bukukan dengan judul, Talangsari 1989: Trauma dan Harapan Korban, yang rilis di tahun 2024 ini,” ungkapnya.
Dia merasa bahwa liputan tentang Talangsari jarang dilirik oleh jurnalis, kecuali ada momen-momen peringatan.
Sebagai jurnalis, Lutfi Yulisa beharap agar karya jurnalistik ini dapat berdampak, khususnya bagi para korban.
Efek dari karyanya ini, ada pertemuan korban dan psikolog dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung.
“Semoga para korban dapat berdamai dengan trauma yang mereka alami.”
Tidak hanya itu, Lutfi mendedikasikan karya ini untuk para jurnalis perempuan di Lampung.
“Saya dedikasikan penghargaan ini untuk para jurnalis perempuan di Lampung. Saya yakin, sebagai jurnalis perempuan kita juga bisa menghasilkan karya yang berkualitas dan menyuarakan isu-isu yang ada di masyarakat,” katanya.
Tulisan ini diharapkan juga dapat mendorong penyelesaian atas pelanggaran HAM yang berkeadilan bagi para korban. [Bhazair Ayuningtyas]

Tinggalkan Komentar Anda