SMPT Bina Insani melaksanakan training motivasi

Wartalampung.id, Metro – Sebagai sekolah yang mengedepankan pendidkan karakter, SMPIT Bina Insani Metro menggelar Training Motivasi bagi peserta didik. Training motivasi yang digelar di tengah pandemi covid 19 ini berjalan dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat.
Setiap siswa yang datang harus mengenakan masker, sampai di sekolah siswa dicek suhu tubuh. Tak hanya itu, jumlah peserta juga dibatasi, separuh dari jumlah normal di dalam kelas untuk mengikuti training motiviasi yang diisi oleh Indra Budi Setyawan, seorang guru dan juga motivator.
“Selain tahsin tahifdz, pembinaan karakter menjadi fokus utama SMPIT Bina Insani. Masa pandemi memberi tantangan tersendiri untuk tetap melaksanakan program pembinaan secara intens. Atas persetujuan wali murid dan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, alhamdulillah kegiatan Training Motivasi terlaksana dengan baik. Harapannya, kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap siswa sehingga mereka memahami potensi diri dan penting nya keridhoan orangtua dalam mencapai kesuksesan,” ujar Intan, kepala SMPIT Bina Insani.
Dalam training motivasi tersebut, peserta diminta untuk mengevaluasi diri masing-masing dan mengingat apa tugas sebenarnya dilahirkan di bumi serta apa yang sudah diperbuat untuk orang tua. Meski hanya dalam bentuk menonton video dari sang motivator, peserta begitu terbawa suasana. Tak sedikit yang kemudian menangis mengingat kesalahan-kesalahan yang diperbuat selama ini. Bahkan, ada siswa yang tak mampu berkata-kata menahan tangis pada saat diminta menyampaikan kesan saat mengikuti training.
“Alhamdulillah, dengan kegiatan training motivasi ini, saya sebagai wali kelas melihat banyak perubahan pada peserta didik. Anak yang tadinya mulai malas belajar kini jadi semangat lagi dan yang paling penting adalah, mereka termotivasi untuk menggapai apa yang menjadi cita-cita mereka dan mereka pantang menyerah meski belajar dalam kondisi covid seperti saat ini,” ujar Siti, wali kelas yang juga ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
“Saya benar-benar menyesal, selama ini belum menjadi anak yang taat pada orang tua,” ujar Indra, salah satu siswa kelas IX setelah mengikuti kegiatan training. Senada dengan itu, Faris juga menyesal belum menjadi anak yang baik selama ini. “Sedih rasanya, selama ini banyak salah pada orang tua. Mereka hanya diam dan memaafkan kesalahan yang saya lakukan. Saya ingin menjadi anak yang patuh dan tidak membuat mereka kecewa, mudah-mudahan mereka sehat terus,” ujarnya.
Training yang berakhir pada tanggal 28 Oktober kemarin terlaksana dengan baik, bahkan orang tua dan siswa meminta untuk dilaksanakan secara rutin. [soe]
