Sertifikasi Massal Penyuluhan Pertanian. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tak diragukan lagi selama ini penyuluh pertanian berperan penting dalam pembangunan pertanian. Melalui pendampingan yang mereka lakukan kepada petani, penyuluh pertanian telah banyak berjasa mewujudkan peningkatan produksi pangan dan kesejehteraan petani. Oleh karena itu negara akan terus memberi apresiasi atas tugas mulia ini, diantaranya dengan memberikan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki penyuluh pertanian melalui sertifikasi.
Demikian dikatakan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian-Kementerian Pertanian, Bustanul Arifin Caya, pada sambutan pembukaan kegiatan Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian Level Fasilitator di Balai Pelatihan Lampung, Hajimena, Kamis, 5 November 2020. Kegiatan sertifikasi ini dilakukan guna standarisasi kompetensi penyuluh pertanian level fasilitator sebagai syarat dalam rekrutmen penyuluh pertanian dengan status Aparatur Sipil Negara-Pegawai Pemerintah dengan Perjanjanjian Kerja (ASN-PPPK). Kegiatan kali ini diikuti oleh 187 orang dari Provinsi Lampung yang tebagi ke dalam empat angkatan berlangsung selama 3 hari.
Menurut Bustanul, saat ini ada 11.657 penyuluh pertanian yang telah belasan tahun mendampingi petani sebagai Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertania (THL-TBPP), sedang dalam proses tranformasi menjadi tenag ASN-PPPK. Transformasi status ini merupakan bentuk penghargaan negara terhadap mereka yang telah lama mengabdi sebagai penyuluh pertanian sesuai undang-undang yang berlaku.
Perlu diketahui bahwa THL-TBPP yang direkrut pad 2007-2009 secara keseluruhan jumlahnya ada sekitar 26.000 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar telah beralih status menjadi PNS sesuai syarat perundang-undangan yang berlaku.
“Adapun 11.657 yang saat ini dalam proses menjadi tenaga ASN-PPPK merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk menyelesaikan status kepegawaian THL-BPP. Mudah-mudahan akan tuntas di tahun ini,” terang Bustanul.
“Dari sejumlah tenaga Penyuluh Peranian yang saat ini diproses menjadi ASN-PPPK ada 4.855 orang yang perlu disertifikasi kompetensinya. Ini merupakan proses rekrutmen tenaga ASN-PPPK dan sertifikasi kompetensi penyuluh pertanian terbesar yang pernah ada dalam sepanjang sejarah,” tegas Kepapa Pusat Pelatihan Pertanian yang disambut meriah oleh oleh perserta yang hadir. Oleh karena Bustanul meminta agar peserta menyambut status kepegawaian baru ini dengan suka cita dan mengikuti sertifikasi ini dengan penuh kebahagiaan dan melakukan yang terbaik.
Sementara dalam kesempatan yang sama Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa Bapeltan Lampung mendapatkan mandat sebagai Tempat Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian untuk wilayah kerja empat provinsi meliputi Provinsi Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung. Jumlah peserta yang akan disertifikasi dari empat provinsi tersebut sebanyak 417 orang. “Kita akan selesaikan secara maraton, target kami pertengahan November ini selesai”, pungkas Abdul Roni. [Ahmad Suryanto]
