Jihan Nurlela
Wartalampung.id, Metro – Pertanian modern bukan sekadar menghadirkan mesin dan teknologi ke sawah. Tujuan akhirnya adalah biaya produksi lebih efisien, produktivitas meningkat, dan pendapatan petani bertambah.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) serentak seluruh Indonesia di Kelurahan Yosomulyo, Kota Metro.
Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ekonomi Lampung. Hampir 28 persen PDRB Lampung berasal dari sektor pertanian, dengan sekitar 44 persen tenaga kerja bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan hortikultura.
Karena itu, modernisasi pertanian perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan petani.
Percontohan PM-AAS di Lampung Tengah seluas 100 hektare yang dikelola 77 petani mencatat hasil hingga 11,2 ton per hektare.
Di Lampung, PM-AAS dialokasikan seluas 35.100 hektare. Program ini diperkuat dengan berbagai dukungan dari hulu hingga hilir, mulai dari pupuk hayati cair, mesin pengering gabah, hingga penguatan BUMDes dan koperasi desa untuk memperpendek rantai tata niaga.
“Bagaimana efisiensi cost pertanian, produktivitasnya meningkat, dan tentu ada margin yang lebih besar lagi untuk dapat diuntungkan oleh petani kita,” kata Wagub Jihan.
Modernisasi pertanian harus bermuara pada satu hal: petani lebih produktif, lebih sejahtera. []

Tinggalkan Komentar Anda