Bandar Lampung

Seminar Nasional Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Lampung Bahas Arah Baru Pendidikan, AI, Inovasi, dan Inklusi

Seminar Nasional Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Lampung Bahas Arah Baru Pendidikan, AI, Inovasi, dan Inklusi

Seminar di FKIP Unila

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Lampung menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Arah Baru Pendidikan: Kepemimpinan, Inovasi, dan Inklusi untuk Pendidikan”, Rabu, 26—27 Agustus 2026, secara hybrid di Aula A FKIP Universitas Lampung dan melalui Zoom.

Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP Universitas Lampung, Riswandi.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber nasional, seperti Sowiyah (Universitas Lampung), Kolonel CKM Purdiyanto (Labiomed Puskesad), Romdhi Fatkhur Rozi (Universitas Jember), dan Bogy Restu Ilahi (Universitas Bengkulu).

Dalam pemaparannya, Sowiyah menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan penerimaan terhadap penyandang disabilitas, tetapi juga mencakup prinsip tidak diskriminatif, penghargaan terhadap keberagaman, kesempatan yang setara, pemenuhan kebutuhan belajar yang berbeda, serta penciptaan lingkungan yang aman dan mendukung bagi setiap peserta didik.

Sementara itu, Romdhi Fatkhur Rozi menyoroti penggunaan kecerdasan artifisial yang semakin masif dalam pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa AI seharusnya tidak membuat pendidik kehilangan kemampuan berpikir dan penguasaan pengetahuan. Teknologi perlu digunakan secara sadar sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti kapasitas intelektual pendidik.

Materi tentang manajemen dan kepemimpinan pendidikan juga menegaskan perlunya kepemimpinan yang transformatif, adaptif, inklusif, dan berbasis bukti dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.

Lain hal, dari perspektif teknologi dan riset, Bogy Restu Ilahi menekankan pentingnya research mapping agar peneliti tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menemukan kebaruan yang relevan dengan persoalan nyata.

Perkembangan pendidikan saat ini bergerak dari digitalisasi menuju intelligent education, termasuk dalam bidang sport science dan pendidikan jasmani.

AI, sensor dan wearable, VR/AR, serta Big Data dipandang sebagai teknologi strategis yang dapat mendukung personalisasi, analisis performa, pembelajaran berbasis data, dan pengembangan Smart Education serta Smart Sport.

Namun, teknologi tetap harus terintegrasi dengan pedagogi dan konten. Oleh karena itu, kebaruan penelitian tidak cukup hanya dengan menggunakan teknologi terkini, melainkan perlu mempertemukan tren, masalah, kesenjangan penelitian, konteks, dan solusi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembelajaran dan perkembangan manusia. Kegiatan seminar berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Kemudian, presentasi hasil kajian penelitian dilaksanakan secara daring oleh pemakalah dari berbagai perguruan tinggi.

Topik makalah mencakup Teknologi dan Inovasi Pendidikan, AI dalam Pendidikan, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Inklusif dan Pendidikan Khusus, dan sebagainya.

Rangkaian presentasi tersebut menetapkan tiga presenter teraktif, yakni Hardiyansyah, Fitri Aisyiah, dan Ahmad Nuryassir.

Seminar nasional dan presentasi paper berlangsung pada 26—27 Agustus 2026 setelah rangkaian pendaftaran dan pengiriman abstrak pada 7 Juli—15 Agustus, pengumuman LoA pada 18 Agustus, serta batas pengumpulan full paper pada 20 Agustus 2026.

Selain memperoleh e-certificate dan kesempatan publikasi jurnal, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik nasional serta memperkuat diskusi mengenai masa depan pendidikan yang lebih adaptif, berbasis bukti, inklusif, dan berorientasi pada manusia. [Desti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda