Pengabdian di Talangpadang. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Talangpadang – Dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) skema desa binaan hibah universitas di Desa Sukanegeri Jaya, Kecamatan Talangpadang, Tanggamus.
Kegiatan tersebut disambut baik Kepala Pekon/Desa Risdianto, kepala Bumdes beserta aparatur desa setempat. Risdianto mengatakan, pihaknya senang bisa dikunjungi Universitas Teknokrat Indonesia dalam rangka kegiatan PKM untuk melatih perangkat desa dan masyarakat dalam menggunakan Smart Village dan administrasi perkantoran.
“Semoga kegiatan semacam ini dapat berlanjut dan bisa terjalin kerja sama antara Universitas Teknokrat Indonesia dengan desa kami,” kata dia.
Pelaksanaan kegiatan PKM meliputi pendampingan penggunaan aplikasi Smart Village, pengelolaan administrasi desa dan pengarsipan elektronik (E-filling) yang dikembangkan oleh mahasiswa dan didampingi dosen.
Tujuan PKM ini adalah mendigitilisasi layanan informasi dan pengelolaan administrasi desa.
Dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Heni Sulistiani, M.Kom. (ketua), Dr Dedi Darwis, M.Kom. (anggota) dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.
Mahasiswa dan asisten dosen yang mengembangkan Aplikasi Smart Village Pengelolaan administrasi Desa dan Pengarsipan Elektronik (E-Filling) yakni Angga Bayu Santoso, S.Kom., Fika Trisnawati, S.T., Agung Saputra, Aidil Akbar dan Aprian Nuriansyah.
Pengembangan dan pendampingan penggunaan Smart Village dapat diakses pada situs/website melalui link http://www.sukanegerijaya.id.
Dalam sistem tersebut terdapat fitur-fitur berupa:
- Pemerintahan desa yang berisikan informasi tata kelola kantor desa
- Profil desa yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dalam mengelola data dan informas.
Sistem ini menyediakan informasi dan kegiatan desa agar dapat dikonsumsi oleh publik. Tidak hanya untuk menunjang mobilitas warga juga memudahkan desa untuk mensosialisasikan program-program desa dan pelayanan masyarakat.
Dengan adanya sistem Informasi profil akan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses informasi secara cepat dan akurat.
- Data desa yang digunakan sebagai informasi kependudukan Jaya dan pengajuan administrasi agar masyarakat dapat dengan mudah mengajukan surat. Sistem ini menyediakan layanan administrasi surat secara elektronik.
Masyarakat yang membutuhkan surat tertentu tidak harus datang langsung ke kantor desa untuk mendapatkan surat yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan handphone.
Dengan adanya sistem informasi pelayanan administrasi surat, diharapkan dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi dalam pembuatan surat dan laporan juga dapat memaksimalkan kinerja pelayanan.
Secara umum, kegiatan PKM ini bertujuan mendigitalisasi informasi dan layanan administrasi pada desa sehingga informasi dan kegiatan mudah diakses.
Selain itu, penerapan sistem diharapkan dapat membantu kinerja Pemerintah Desa menjadi lebih efisien dalam pengelolaan administrasi dan tata desa.
- Produk hukum yang berisikan informasi tentang surat keputusan pengangkatan RT, surat keputusan tim penyusun RPJMDes, peraturan desa dan RPJMDes.
- Kontak darurat pekon yang digunakan untuk menghubungi kontak-kontak darurat pekon seperti kontak kepala pekon, Bhabinkamtibmas, Babinsa, bidan, dan ambulans.
- Pembangunan yang berisikan informasi tentang proses pembangunan fasilitas desa dan transparansi dana desa.
Selain itu, kegiatan PKM yang dilakukan adalah melatih perangkat desa untuk melakukan pengarsipan secara elektronik dengan memanfaatkan Google Drive dan melatih perangkat desa untuk mengelola administrasi menggunakan aplikasi Spreadsheet.
Ahmad Ari Aldino, S.Si., M.Si., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Teknokrat Indonesia, mengatakan, dbinaan adalah salah satu program unggulan Teknokrat dalam bidang pengabdian.
Dengan pengabdian ini, dosen dan mahasiswa bisa berbuat konkret untuk lingkungan. Khususnya memberikan pendampingan dan pemberian pengetahuan terkait penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi dengan lebih baik.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, pengabdian semacam ini sangat bermanfaat. Sebab, ada panduan praktis yang diberikan.
Dengan begitu, pelayanan desa makin maksimal dan ramah teknologi. Ini juga mempercepat pelayanan. Ini akan berimbas pada kepuasan warga terhadap pelayanan aparatur. []
