Mahasiswa Itera di TPA Bakung
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melaksanakan program pendampingan dan perancangan dalam upaya revitalisasi tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung, Kota Bandar Lampung.
Program ini merupakan bentuk kontribusi akademik Itera kepada pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta pengembangan kawasan berbasis ruang publik.
Kegiatan PKM ini berada di bawah dukungan Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Itera Ar Roy Candra P. Sigalingging.
Program dilaksanakan melalui kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan Program Studi Arsitektur, Arsitektur Lanskap, dan Teknik Lingkungan.
Dari sisi teknik lingkungan , kegiatan difokuskan pada pendampingan dan pelatihan pengelolaan instalasi pengolahan air lindi di kawasan TPA Bakung.
Pendampingan ini mencakup pemahaman sistem, operasional, serta perawatan instalasi guna meminimalkan potensi pencemaran lingkungan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah.
Kegiatan ini didampingi oleh dosen Rifka Noor Azizah, Nur Faizaturrohmah, Mia Erpinda, dan Suci Wulandari dengan keterlibatan mahasiswa Diazzi Bernasso dan Arpan Niyus Mukti.
Sementara itu, dari Program Studi Arsitektur dan Arsitektur Lanskap, mahasiswa menyusun konsep revitalisasi kawasan TPA Bakung menjadi ruang terbuka publik berbasis experiential landscape.
Konsep ini menempatkan kawasan TPA tidak hanya sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan yang adaptif, dengan pendekatan desain yang mempertimbangkan aspek ekologis, sosial, dan visual kawasan.
Kegiatan ini didampingi oleh dosen Daffa Adli Nauval Purnomo dengan keterlibatan mahasiswa Ramanda Mutikhatul Karomah, Bintang Cahya Nirwana, dan Abi Saputra.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, konsep dan hasil perancangan PKM telah dipresentasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Presentasi tersebut memperoleh apresiasi positif dari DLH, khususnya terhadap pendekatan kolaboratif lintas disiplin serta gagasan pengembangan TPA Bakung sebagai kawasan yang lebih edukatif dan berwawasan lingkungan.
Hingga saat ini, program PKM masih terus berjalan, meliputi tahapan pendampingan lanjutan, penyempurnaan konsep desain, serta koordinasi dengan pengelola TPA Bakung dan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, Itera diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menjadi contoh kolaborasi akademik lintas disiplin dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung. []

Tinggalkan Komentar Anda