Gubernur Mirza dalam rakor Bank Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bank Lampung menargetkan pendapatan Rp480 miliar pada tahun 2026 ini. Angka ini disebut dua hari lalu dalam rapat koordinasi di Bank Lampung yang turut dihadiri Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, dan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan.
Dari pihak Bank Lampung hadir komsiaris utama M Firsada dan Penjabat Direktur Utama Indra Merviana.
Gubernur dalam tanggapannya menyampaikan beberapa masukan supaya target tercapai.
Pertama, ia meminta Bank Lampung melakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Ia meminta manajemen membayar konsultan untuk membuat analisis ini. Dengan demikian, akan ketahuan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan hambatan untuk mencapai target itu.
Kedua, genjot marketing. Ia meminta karyawan baru Bank Lampung, khususnya tenaga marketing untuk digenjot dan memberikan target terukur supaya semangat dalam mencari uang untuk perusahaan daerah ini.
Mirza bilang, kalau tidak dikasih target, nanti keenakan karena hanya berada di kantor. Mirza mewanti-wanti agar semua wadyabala Bank Lampung kerja keras untuk mencapai target itu.
Ketiga, jangan terjebak zona nyaman. Bank Lampung, ujar Mirza, jangan hanya mengandalkan kredit dari PNS. Ia meminta semua jajaran Bank Lampung lebih keras berusaha dan jangan mengandalkan yang selama ini ada.
Mirza bilang, kalau sudah merasa nyaman, itu artinya susah untuk maju. Walhasil, target untuk 2026 bakal sulit direalisasikan.
Keempat, terapkan reward and punishment. Mirza meminta karyawan yang berhasil mesti dikasih penghargaan. Mereka yang mencapai target, wajib diberikan apresiasi. Sementara itu, yang tidak mencapai target, wajib diberikan peringatan dan hukum.
“Kalau perlu, out,” kata Mirza. []

Tinggalkan Komentar Anda