PT Pegadaian berkolaborasi dengan Kompasiana menyelenggarakan talkshow edukatif bertajuk “Investasi Mandiri Dimulai Hari Ini” di Gade Creative Lounge, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – PT Pegadaian berkolaborasi dengan Kompasiana menyelenggarakan talkshow edukatif bertajuk “Investasi Mandiri Dimulai Hari Ini” di Gade Creative Lounge, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program roadshow nasional Financial Literacy on the Way. Program ini ditargetkan khusus untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.
Saat membuka talkshow, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unila, Neli Aida, menekankan pentingnya literasi keuangan.
“Pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat wajib ditanamkan sejak dini,” katanya.
Neli menambahkan jika mahasiswa harus mampu membagi pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan, bukan hanya dihabiskan untuk konsumsi.
Sementara itu, Head of Impact Kompasiana, Nurullah, yang bertindak sebagai moderator, menyoroti dampak ganda dari pesatnya perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir. Di satu sisi, teknologi internet meningkatkan inklusi keuangan hingga ke daerah pelosok.
Namun di sisi lain, kemudahan akses tersebut memicu tingginya risiko perilaku konsumtif. Dia mencontohkan lonjakan belanja online hingga maraknya penggunaan pinjaman online sebagai Risiko perilaku konsumtif.
Oleh karena itu, Nurullah menegaskan bahwa kemudahan akses finansial harus diimbangi dengan pemahaman risiko investasi yang matang.
Dalam paparannya, Deputy Bisnis Kantor PT Pegadaian (Persero) Area Lampung, Lenny Fetresia Siregar, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Pegadaian dalam menyediakan edukasi keuangan yang praktis dan mudah dipahami.
Salah satu poin edukasi keuangan di talkshow tersebut adalah aplikasi Tring! by Pegadaian. Aplikasi resmi dari Pegadaian ini menggabungkan layanan konvensional dan syariah dalam satu platform digital.
Aplikasi ini juga memungkinkan penggunanya untuk melakukan investasi emas digital, gadai, membayar tagihan, hingga deposito emas langsung dari ponsel.
“Berinvestasi emas memiliki keungulan, salah satunya adalah nilai emas cenderung stabil dan meningkat seiring berjalannya waktu,” katanya.
Lenny menilai generasi muda memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi nasional, sehingga pembekalan finansial yang bijak menjadi hal yang mutlak agar mereka mampu membangun masa depan yang mandiri.
Guna mempermudah generasi muda memulai investasi, Pegadaian menyediakan layanan Tabungan Emas. Melalui produk ini, masyarakat sudah bisa menabung emas 24 karat dengan nominal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10 ribu.
Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, meminta mahasiswa untuk memperhatikan aspek legalitas lembaga keuangan.
Selain meningkatkan literasi keuangan, melalui program ini, FEB Unila berharap lahir para Duta Literasi Keuangan dari kalangan mahasiswa. Duta Literasi Keuangan diharapkan dapat menjadi agen perubahan, mengedukasi masyarakat luas mengenai budaya menabung, serta melakukan advokasi keuangan secara berkelanjutan. []

Tinggalkan Komentar Anda