Mahasiswa Prodi Seni Tari FKIP Unila. | Dokumentasi DPD RI

Oleh Syifa Fauziah Efendi, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Program Studi Seni Tari dan Musik adalah dua prodi yang ada di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unila. Kedua prodi ini berada di kampus yang berbeda dari kampus pusat Unila yang berada di Gedongmeneng.
Para mahasiswa kampus seni sering mengadakan pementasan untuk mempertontonkan hasil kreativitas mereka. Namun, ada hal yang disayangkan yakni kurangnya apresiasi dari kampus.
Misalnya, saat mahasiswa seni tari angkatan 2020 yang ingin menggelar pementasan di Gedung Serbaguna Unila, harus mengubur niat mereka karena tidak adanya dukungan kampus terutama kampus pusat serta pertimbangan biaya untuk pementasan yang cukup besar.
Hal itu akhirnya membuat mereka hanya bisa tampil di panggung terbuka kampus mereka sendiri yaitu di Jalan Panglima Polim. Mereka sangat berharap kegiatan didukung oleh pihak kampus. Akan tetapi, sebaliknya, saat mereka ingin melakukan pementasan, justru terkesan sulit.
Mahasiswa prodi banyak yang mengeluhkan susahnya mendapat izin dan dukungan kampus. Bahkan, saat mengadakan sebuah pementasan, mereka selalu mengundang pihak kampus, tetapi tidak pernah hadir.
Mahasiswa seni tari juga sering melakukan pementasan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung. Justru apresiasi datang dari pihak luar, seperti Pemerintah Provinsi Lampung dan kelompok seni lannya di daerah ini.
Pementasan mereka biasanya dilakukan setiap ujian semester. Mereka menampilkan tari kreasi yang mengangkat cerita dari budaya-budaya yang ada di Lampung yang kemudian mereka bawakan dalam sebuah pertunjukan tari.
Sementara itu, di Prodi Pendidikan Seni Musik, juga sering mengalami hal yang sama. Saat mereka ingin melakukan pementasan musik, selalu bermasalah dengan izin dan kurangnya apresiasi dari kampus.
Prodi Musik juga sering melakukan acara pentas musik, baik bertema musik budaya maupun musik internasional. Saat ini mereka mulai diapresiasi oleh kampus dengan tampil di acara kampus seperti wisuda.
Adalah fakta bahwa mahasiswa seni kurang mendapat apresiasi oleh pihak kampus. Pihak kampus seharusnya selalu memberikan dukungan kepada kedua prodi seni ini karena mereka adalah program studi yang melestarikan seni budaya Lampung.
Apalagi di zaman sekarang sudah sangat sulit menemukan anak-anak muda yang mau mempelajari dan melestarikan budaya mereka sendiri.
Bentuk dukungannya pun tidak harus berupa materi, tetapi bisa berupa memenuhi setiap undangan mereka dan mempermudah izin untuk melakukan pementasan. Dari hal seperti itu saja pasti mahasiswa prodi seni sudah merasa diapresiasi dan tidak dianaktirikan di rumah sendiri. []
