Berita Foto Opini

Opini: 3 Jenis Tes Berbicara Bahasa Prancis yang Wajib Dikuasai

Opini: 3 Jenis Tes Berbicara Bahasa Prancis yang Wajib Dikuasai

Setia Rini. | Dokumentasi

Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh: Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Berbicara tentang ujian kemahiran berbahasa Prancis, tidak akan lepas dari yang namanya empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak (compréhension orale), membaca pemahaman (compréhension écrite), berbicara (production orale), dan menulis (production écrite).

Ujian kemahiran berbahasa Prancis atau yang disebut dengan DELF (baca opini: Wajib Punya DELF, Strategi Taklukkan Ujian DELF, Masa Depan Gemilang dengan Ijazah DELF) mengujikan keempat keterampilan berbahasa tersebut secara komprehensif sesuai dengan levelnya.

Jadi, jika pada ujian kemahiran bahasa Inggris, kita ikuti ujian dulu baru tahu hasilnya kita berada di level mana. Kalau ujian kemahiran bahasa Prancis kita yang menentukan mau ikut ujian untuk level yang mana.

Misalnya saja baru pertama kali belajar bahasa Prancis selama 1-2 semester, bisa dicoba untuk mengikuti ujian DELF A1. Atau jika sudah cukup lama belajar bahasa Prancis selama beberapa tahun, atau mengikuti kelas intensif, dapat mengikuti ujian DELF B1-B2.

Masing-masing keterampilan memiliki karakteristik soal yang tentunya bisa dipelajari dan dipersiapkan dengan baik agar dapat lulus ujian DELF. Khusus untuk keterampilan berbicara, dilakukan secara individu antara peserta ujian dengan juri.

Juri untuk ujian keterampilan berbicara biasanya terdiri dari 2 orang. Sedangkan untuk keterampilan menyimak, membaca pemahaman, dan menulis dilakukan secara kolektif di 1 ruangan.

Untuk lamanya waktu ujian berbicara setiap level berbeda-beda. Level A1 selama 5-7 menit dengan waktu persiapan 10 menit, level A2 6-8 menit dengan waktu persiapan 10 menit, level B1 10-15 menit dengan persiapan 10 menit, dan level B2 20 menit dengan waktu persiapan 30 menit.

Lalu apa saja jenis tes pada keterampilan berbicara ketika DELF ya? Secara umum, untuk ujian keterampilan berbicara baik DELF A1-B2 terdiri dari 3 jenis tes.

Untuk DELF A1 jenis tes berbicaranya terdiri dari memperkenalkan diri (entretien dirigé), mengajukan pertanyaan sederhana pada juri (échange d’informations), dan bermain peran (dialogue simulé/jeu de rôle).

Selanjutnya untuk DELF A2 terdiri dari tes memperkenalkan diri, menjawab/mendeskripsikan sesuatu berdasarkan pertanyaan soal (monologue suivi), dan bermain peran. Sedangkan untuk DELF B1 jenis tes berbicaranya terdiri dari memperkenalkan diri, bermain peran, dan memaparkan teks disertai dengan opini (expression d’un point de vue) yang akan diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan dari juri berdasarkan apa yang telah dipaparkan.

Adapun untuk jenis tes berbicara DELF B2 pada dasarnya sama dengan B1. Namun ada perbedaan pada jenis tes terakhir yang tentunya lebih sulit.

Pada level B2, peserta tidak hanya memaparkan, beropini dan menjawab pertanyaan juri, tetapi juga peserta harus mampu mempertahankan pendapatnya sesuai dengan apa yang telah dipaparkan sebelumnya.

Ujian berbicara bahasa Prancis ini sebenarnya sangat mudah ya untuk dipersiapkan dan dilatih setiap harinya, sehingga dipastikan kita dapat lulus setiap kali mengikuti ujian berbicara DELF untuk level mana pun.

Namun, faktanya tidak demikian. Banyak sekali peserta ujian DELF untuk level mana pun yang nyatanya belum berhasil pada ujian berbicara tersebut.

Selain faktor persiapan yang kurang, belum tahu jenis tesnya seperti apa dan bagaimana, atau hal-hal teknis yang biasa dialami peserta ketika ujian yaitu gugup.

Oleh karena itu, kita harus menyiapkan ujian berbicara ini dengan sebaik mungkin ya. Jika kita sudah tahu jenis tes berbicaranya apa saja dan seperti apa, tentu akan sangat lebih mudah bagi kita untuk mengikuti ujian tersebut. Untuk jenis tes pertama yaitu memperkenalkan diri, tentu berbeda ya di setiap levelnya.

Jika pada level A1 peserta masih dibantu oleh juri dengan juri mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait identitas diri (nama, umur, kewarganegaraan, alamat, nama ayah, nama ibu, hobi dan kesukaan dll.), maka pada level A2 peserta lebih mandiri untuk memperkenalkan dirinya dengan tuntas.

Adapun yang ketika memperkenalkan diri pada level A2 di antaranya identitas diri, keluarga, profesi atau kesukaan, dll. Sedangkan untuk level B1 dan B2, perkenalan diri yang seharusnya dilakukan tentu harus lebih kompleks lagi, selain tuntutan untuk dapat mempekernalkan diri dengan lancar dan dengan cakupan yang lebih luas.

Selain identitas diri dan keluarga, pada level B1 dan B2, peserta harus menjelaskan aktivitas sehari-harinya, ketertarikannya, juga 3 hal penting lainnya yaitu menceritakan masa lalu, masa depan atau rencana, dan juga masa saat ini.

Selanjutnya untuk jenis tes kedua pada level A1 adalah mengajukan pertanyaan pada juri berdasarkan kata kunci yang dipilih secara spontan yang disediakan oleh juri. Misalnya ada kata kunci sport maka peserta harus mengajukan pertanyaan dengan kata tersebut.

Contohnya Quel sport que vous aimez? dan selanjutnya juri akan menjawab. Sedangkan jenis tes kedua untuk level A2 adalah menjawab sekaligus menjelaskan dengan sederhana beberapa pertanyaan yang juga disediakan oleh juri.

Misalnya pertanyaan: Quelle est votre saision préférée. Expliquez pourquoi?

Lalu peserta menjawab sekaligus menjelaskan kepada juri, misalnya dengan menjawab Je préfère l’hiver parce que j’adore la neige. Mais, malheureusement en Indonésie il n’y a pas d’hiver. Alors je veux bien aller en France en hiver. ….

Lalu bagaimana dengan jenis tes terakhir untuk level A1 dan A2? Ya jenis tes berbicara yang terakhir untuk level A1 dan A2 adalah bermain peran. Peserta dan juri bermain peran dengan tema-tema sederhana yaitu terkait dengan kehidupan sehari-hari seperti berbelanja, memesan atau membeli tiket, makanan, baju dan lainnya.

Untuk jenis tes ini, tentu kita harus melakukan banyak sekali latihan percakapan agar tidak terbata-bata atau bingung ketika ujian.

Untuk tes berbicara level B1 dan B2 tentu sangat berbeda dengan level A1 maupun A2 ya. Level B artinya peserta sudah mulai mandiri dan memiliki kemampuan bahasa Prancis yang lebih kompleks.

Oleh karena itu, pada tes kedua di level ini, bermain peran yang dilakukan bersifat spontan, di mana soal dialog yang harus dilakukan diambil saat itu juga ketika ujian di depan juri. Selain itu, tema-tema percakapan yang harus dilakukan pada level ini juga lebih sulit dan kompleks jika tidak dilatih atau dibiasakan.

Voilà, untuk jenis tes terakhir pada level B1 dan B2 adalah memaparkan sebuah teks di mana teks itu diambil sebelum ujian dilakukan. Jadi, untuk level B1 peserta diberikan waktu selama kurang lebih 10 menit untuk mempersiapkan paparannya.

Sebelumnya, peserta memilih 2 teks dan secara cepat memilih 1 teks yang paling dipahami lalu mempersiapkannya selama 10 menit dan setelah itu ujian di depan juri dengan dimulai dengan tes memperkenalkan diri, bermain peran dan pemaparan.

Sedangkan untuk level B2, waktu persiapan terbilang cukup lama yaitu selama 30 menit dengan waktu tes pemaparan selama 20 menit.

Pada intinya, ujian berbicara bahasa Prancis ini sangat bisa dipersiapkan sehingga tentunya kita bisa mendapatkan skor yang sangat baik dan lulus. Jika kita mempersiapkannya dengan baik, kita lakukan banyak latihan dan praktik, pasti ketiga jenis tes tersebut dapat kita lakukan dengan lancar.

Selain itu, ketika kita sudah siap mengikuti ujian berbicara, maka kita pun akan dapat lebih mudah mengatur ketakutan atau rasa gugup selama ujian di depan juri. Selamat mencoba. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda