Setia Rini. | Dokumentasi Pribadi

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila)
Menguasai bahasa asing merupakan hal yang mutlak dikuasai di era globalisasi saat ini. Bahkan tidak hanya cukup dengan bahasa Inggris, yang notabenenya sejak SD kita pelajari dan telah menjadi bahasa internasional sejak abad 18.
Menguasai bahasa asing lainnya juga menjadi nilai plus yang tidak kalah pentingnya dalam karier maupun berkomunikasi di kancah internasional.
Seperti yang pernah ditulis di opini sebelumnya, wajib bagi kita yang mempelajari bahasa Prancis sebagai bahasa asing untuk memvalidasi kemampuan berbahasa itu dengan mengikuti ujian DELF.
Seperti halnya TOEFL atau IELTS untuk menguji kompetensi berbahasa Inggris, maka DELF & DALF juga menjadi ujian wajib yang harus diikuti bagi siapa pun yang ingin memvalidasi kompetensi berbahasa Prancisnya secara internasional.
Ujian DELF (Diplôme d’Études en Langue Française) adalah ujian kompetensi berbahasa Prancis untuk tingkat dasar sampai tingkat mandiri A1-B2. Sedangkan ujian DALF (Diplôme Approfondi de la Langue Française) diperuntukkan pada level ahli yaitu C1-C2.
DELF (Ijazah Kemampuan Bahasa Prancis) dan DALF (Ijazah Kemampuan Bahasa Prancis Tingkat Lanjut) adalah ijazah resmi bahasa Prancis yang diterbitkan oleh France Education International, di bawah Kementerian Pendidikan Nasional Prancis untuk mengesahkan kemampuan bahasa Prancis Anda sesuai dengan Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CECRL).
Untuk pelaksanaan ujian DELF & DALF terpusat di seluruh IFI (Institut Français d’Indonésie) di Indonesia. Selain itu, kita juga bisa mengikuti ujian DELF & DALF di seluruh AF (Alliance Française) yang ada di Indonesia, juga di beberapa lembaga seperti kampus maupun sekolah yang sudah memiliki kerja sama dan izin untuk dapat menyelenggarakan ujian DELF.
Untuk di wilayah Lampung sendiri, ujian DELF dapat diikuti di UPT Bahasa Universitas Lampung (Unila) sejak tahun 2022. Namun, di UPT Bahasa Unila baru tersedia ujian DELF saja, sedangkan ujian DALF tetap harus ke IFI Jakarta atau IFI lainnya yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Berbagai informasi penting terkait ujian DELF & DALF di Indonesia dapat diakses melalui laman resmi IFI pusat yaitu IFI Jakarta : https://www.ifi-id.com/.
Pada umumnya, ujian DELF & DALF dilakukan 3 kali dalam setahun yang biasanya dilaksanakan pada bulan Maret, Juni dan November. Pendafataran ujian DELF biasanya dilakukan 1-1,5 bulan sebelum tanggal ujian dilakukan dengan biaya sekitar Rp610.000-Rp820.000 yang dapat dilakukan baik secara daring maupun luring.
Sedangkan untuk pelaksanaan ujian DELF sendiri biasanya dilakukan di hari kerja Senin-Kamis untuk level A1-B2. Oleh karena itu masing-masing level bahasa Prancis diuji dihari yang berbeda, Senin untuk ujian DELF A1, Selasa A2, Rabu B1 dan Kamis B2.
Ujian DELF terdiri dari 4 jenis kompetensi berbahasa yang diuji yaitu menyimak (Compréhension Orale/CO), membaca pemahaman (Compréhension Écrite/CE), menulis (Production Écrite/PE) dan berbicara (Production Orale/PO).
Semua kompetensi kecuali PO dilakukan secara bersama-sama di sebuah ruangan dengan total waktu 1,5-3,5 jam bergantung pada level ujian yang diikuti. Semakin tinggi level ujian yang diikuti maka waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan ujian akan lebih lama.
Masing-masing kompetensi berbahasa Prancis mencakup CO, CE dan PE dikerjakan secara berurutan dan bersama-sama sesuai dengan waktu masing yang disediakan. Setiap kompetensi memiliki durasi waktu yang berbeda-beda.
Misalnya, untuk PE level A1 memiliki durasi pengerjaan soal selama 30 menit, A2 dan B1 45 menit serta B2 selama 1 jam. Sedangkan untuk PO dilakukan secara terpisah di ruangan-ruangan tertentu yang telah disediakan, di mana 1 orang kandidat akan diuji oleh 2 orang juri yang telah tersertifikasi internasionasional.
Untuk ujian PO level A1-B1 diberikan waktu persiapan selama 10 menit, sedangkan untuk level B2 30 menit. Oleh karena itu, tidak perlu takut karena ada waktu yang bisa kita manfaatkan dengan optimal untuk mempersiapkan ujian lisan berbahasa Prancis sebelum diuji oleh juri.
Lalu sebaiknya bagaimanakah strategi menghadapi ujian DELF agar dapat dilakukan dengan lancar dan maksimal? Kuncinya adalah persiapan yang matang dan percaya diri.
Menurut penulis, siapa pun yang sudah berani memutuskan untuk mengikuti ujian DELF ada pribadi-pribadi yang hebat karena telah berhasil mengalahkan banyak stereotipe yang mengatakan bahwa mengikuti ujian DELF itu sangat sulit.
Padahal sejatinya apa yang diujikan ketika ujian DELF sama dengan apa-apa yang telah dipelajari di kelas. Hanya saja yang namanya ujian pasti menimbulkan ketakutan tersendiri bagi siapa pun yang akan menghadapinya sekali pun telah dipersiapkan dengan sangat matang.
Oleh karena itu, percaya diri dan sikap selalu tenang ketika menghadapi ujian sangat diperlukan dalam hal ini. Dengan demikian, sesulit apa pun soal yang harus dikerjakan ketika ujian, akan dengan baik terlewati karena pembawaan diri yang tenang sehingga otak akan lebih jernih dalam berpikir serta menemukan solusi-solusi terbaik ketika menjawab soal.
Untuk persiapan yang matang, pada dasarnya dapat dilakukan minimal 1 bulan sebelum pelaksanaan ujian. Persiapan 1 bulan tersebut dilakukan secara intensif dengan durasi waktu belajar yang cukup, minimal 4 jam/hari.
Hal ini dikarenakan mengingat jadwal perkuliahan mahasiswa yang cukup padat. Untuk yang sudah bekerja, waktu 1 bulan persiapan itu dinilai cukup ideal untuk mengulang-ngulang materi yang pernah dipelajari serta mematangkan persiapan dengan tenang dan optimal.
Saya pun selalu menyampaikan kepada mahasiswa-mahasiswa saya yang akan menghadapi ujian DELF agar benar-benar meluangkan waktu hariannya di sela-sela kuliah untuk khusus mengerjakan soal-soal latihan DELF.
Adapun soal-soal ujian DELF dapat diakses secara gratis di internet, cukup ketikkan kata kunci les exercices du delf A1/ A2/ B1/ B2 et avec corrigé maka kita dapat mengunduh berbagai soal latihan DELF yang dibutuhkan.
Setiap hari selama 1 bulan penuh, kerjakan soal-soal latihan DELF dengan benar-benar memperhatikan durasi waktu yang seharusnya. Hal ini dikarenakan kita harus dapat mempertimbangkan waktu ujian yang tersedia dengan baik agar tidak terburu-buru di akhir yang biasanya dapat memicu kondisi-kondisi buruk tidak terduga seperti gugup, bingung, tidak percaya diri, dan lain sebagainya.
Kerjakan soal-soal latihan DELF baik untuk kompetensi CO, CE, PE dan PO secara bergantian setiap harinya. Berikan waktu minimal 1 jam waktu belajar untuk masing-masing kompetensi agar dapat dipahami dengan lebih baik.
Untuk CO, sebaiknya dengarkan sesering mungkin audio-audio yang relevan kapan pun dan di manapun. Manfaatkan waktu-waktu luang untuk menyimak audio-audio berbahasa Prancis, terutama ketika menjelang tidur dan di pagi hari ketika bangun tidur.
Ada baiknya lagi jika kita simak audio-audio tersebut sambil membaca transkripnya (jika tersedia), agar pemahaman CO kita lebih cepat meningkat. Selanjutnya untuk CE, perbanyak membaca berbagai tulisan dengan tema-tema yang juga relevan.
Cari dengan segera kosakata sulit yang tidak kita ketahui di dalam kamus untuk menambah penguasaan kosakata yang dimiliki. Sedangkan untuk PE dan PO yang merupakan kompetensi aktif di mana kita dituntut untuk dapat memproduksi baik secara tulisan maupun lisan dalam bahasa Prancis, maka memang dibutuhkan pengulangan atau latihan yang tidak sebentar.
Rajin-rajinlah menulis dalam bahasa Prancis, terutama mengerjakan soal-soal PE DELF sesuai dengan level yang kita akan ikuti. Jangan sungkan untuk bertanya kepada teman yang lebih bisa, kepada teman atau kating yang telah lulus mengikuti ujian DELF atau juga kepada dosen.
Tulisan dan lisan ini tidak bisa kita menerka sendiri, karena memang harus dikoreksi atau dievaluasi oleh orang yang menguasai dan paham agar kita mendapatkan feedback dari apa yang sudah dikerjakan.
Dari hasil koreksian itulah biasanya, kita akan menjadi lebih paham dan ingat lebih lama terkait kesalahan yang dilakukan sehingga ketika ujian tidak akan diulang kembali. Dan yang terakhir kompetensi PO, di mana kita akan diuji oleh 2 orang juri maka sangat penting untuk membiasakan dapat menguasai diri, menenangkan diri agar ujian lisan dapat berjalan dengan lancar.
Hal ini berdasarkan pengalaman saya sendiri sebagai penguji DELF di UPT Bahasa Unila, seringkali banyak kandidat yang pada dasarnya memiliki kemampuan yang bagus, karena sudah gugup ketika memasuki ruangan ujian lisan, tiba-tiba konsentrasinya menjadi tidak terkendali.
Kondisi inilah yang selalu saya katakana untuk dihindari sejak awal yaitu dengan selalu bersikap tenang dan percaya diri. Sejak pertama kali memasuki ruang ujian lisan, kuasai diri, kuasai fokus dan konsentrasi bahwa ujian lisan tersebut sama persis ketika praktik atau ujian lisan di kelas.
Hal lainnya yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ujian lisan adalah latihan berulang-ulang yang juga sama pentingnya dengan PE. Pahami betul-betul jenis ujian PO yang akan dihadapi karena berbeda level maka berbeda pula jenis ujian lisannya.
Masing-masing level A1-B2 sama-sama memiliki 3 bentuk ujian lisan, hanya saja berbeda-beda jenisnya. Misalnya untuk level pemula A1, ada bentuk ujian memperkenalkan diri (dengan panduan juri), mengajukan pertanyaan berdasarkan kata kunci dan bermain peran.
Sedangkan untuk level mandiri B1 terdiri dari memperkenalkan diri secara komprehensif, bermain peran secara spontan dan memaparkan gagasan serta pemikiran yang akan disertai tanya jawab dengan juri.
Oleh karena itu, setiap kandidat yang akan mengikuti ujian DELF, sangat disarankan untuk banyak berlatih terutama pada dua kompetensi aktif yaitu berbicara dan menulis tanpa mengenyampingkan CO dan CE yang juga sama pentingnya.
Selain itu, perlu juga dipahami sejak awal sebelum mengikuti ujian DELF adalah bahwa kandidat dikatakan lulus jika dapat mencapai skor 50/100. Skor tersebut merupakan akumulasi 4 kompetensi CO, CE, PE dan PO yang masing-masing memiliki poin 25.
Kita dapat dikatakan lulus jika masing-masing poin yang diperoleh untuk keempat kompetensi tersebut minimal 5. Artinya, misalnya kita memperoleh skor 80 tetapi ada salah satu kompetensi yang poinnya di bawah 5, maka kita tidak lulus.
Jadi, persiapkan betul-betul selagi masih ada waktu sebelum menghadapi ujian. Kuasai semua kompetensi berbahasa Prancis dengan baik. Bahkan di dalam Alquran pun Allah swt sering mengingatkan kita untuk mempersiapkan segala seuatu dengan baik dan optimal dalam hal apa pun termasuk menghadapi ujian DELF.
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki…” (QS. Al-Anfal: 60). []

Tinggalkan Komentar Anda