Setia Rini

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila)
Apa itu DELF? DELF adalah kepanjangan dari Diplôme d’Études en Langue Française. Ini adalah ijazah kemampuan bahasa Prancis yang diterbitkan oleh France Education International di bawah Kementerian Pendidikan Nasional Prancis.
Ijazah tersebut mengesahkan kemampuan bahasa Prancis seseorang setelah berhasil mengikuti ujian DELF sesuai dengan Kerangka Acuan Umum untuk Bahasa (CECRL/Cadre Éuropéen Commun des Références pour les Langues). Ijazah tersebut diakui seumur hidup, jadi kalian yang belajar bahasa Prancis tidak perlu ujian berulang-ulang.
Oleh karena itu, hasil ujian DELF disebut sebagai ijazah, bukan sekadar sertifikat. Ujian kemampuan bahasa Prancis tersebut terdiri dari DELF dan DALF (Diplôme Approfondi de la Langue Française). Ujian DELF terdiri dari 4 tingkatan yaitu level pemula A1-A2 dan level mandiri B1-B2, serta ujian DALF atau ahli level C1-C2.
Seberapa penting ijazah tersebut? Sangat penting tentu saja. Apalagi bagi siapa saja yang memang berkecimpung di bidang bahasa Prancis.
Bahkan, ijazah DELF merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa S1 bahasa Prancis di Indonesia baik bidang sastra maupun pendidikan. Di mana syarat tersebut telah disepakati oleh seluruh Prodi bahasa Prancis di Indonesia dan juga Kedutaan Prancis.
Bahkan, kesepakatan terakhir terkait dengan level capaian bahasa Prancis untuk mahasiswa S1 adalah B2. Faktanya, level B2 cukup sulit untuk dicapai para lulusan S1 sehingga paling tidak ketika lulus S1 bahasa Prancis, para lulusan memiliki sertifikat B1.
Terlepas dari bagaimana pencapaian tersebut oleh para lulusan, realitanya ijazah DELF minimal B1 menjadi syarat mutlak bagi orang-orang yang berkecimpung di bidang bahasa Prancis. Bahkan, jika memiliki niat untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Prancis atau Kedutaan Prancis, wajib bagi memiliki ijazah B2.
Tentu saja, menurut hemat saya, ini adalah hal yang sangat wajar. Di semua bidang bahasa, kita membutuhkan bukti valid atas penguasaan bahasa tersebut, apalagi bahasa asing.
Jika selama ini kita sudah sangat terbiasa dengan tes TOEFL, IELTS, PTESOL, TOEIC, dan lain sebagainya, bahasa Prancis juga punya standarnya. Bahkan standar itu berlaku seumur hidup dan dapat digunakan di manapun.
Siapa pun mahasiswa bahasa Prancis yang ketika lulus memiliki ijazah DELF, dapat dikatakan dia telah memiliki tiket untuk terbang ke manapun negara frankofon.
Mahasiswa atau lulusan yang telah memiliki ijazah DELF telah memiliki tiket sekaligus peluang lebih besar untuk berhasil di dunia kerja, untuk diterima di perusahaan-perusahaan Prancis yang gajinya bisa mencapai 2 bahkan 3 digit.
Jadi saya rasa seandainya semua lulusan Prodi bahasa Prancis di Indonesia itu memiliki ijazah DELF terutama B2, tidak ada keraguan sedikit pun untuk dapat memperoleh pekerjaan yang sangat mentereng ketika lulus. Bukan lagi mencari atau melamar kerja, melainkan justru dicari-cari oleh perusahaan.
Namun, faktanya, hanya sekian persen lulusan yang mengantongi ijazah tersebut. Sangat menyedihkan.
Sebagai orang yang mempelajari bahasa Prancis selama kurang lebih 4 tahun dan tidak memiliki bukti apa pun terkait apa yang dipelajari selain ijazah S.Pd.
Ijazah sarjana pendidikan yang dapat dikatakan semua orang yang kuliah memilikinya. Lalu apa bedanya ijazah itu dengan jutaan ijazah yang lain dari berbagai keilmuan yang berbeda? Padahal memang keilmuan yang dipelajari berbeda bukan?
Baiknya, sebagai mahasiswa bahasa Prodi bahasa Prancis, harus memiliki target untuk memiliki ijazah DELF ketika lulus nanti. Kuliah 4 tahun selama S1, sangat memungkinkan untuk dapat mencapai level bahasa Prancis B2.
Bahkan menilik Kurikulum di prodi, rata-rata di semester 6-7 memang capaian pembelajaran sudah sampai pada level B2. Idealnya, setiap tahun, mahasiswa dapat menguji kemampuan bahasa Prancis mereka melalui ujian DELF.
Ujian DELF di wilayah Lampung dan sekitarnya sendiri pun bahkan saat ini dapat diikuti di UPT Bahasa Unila yang telah bekerja sama dengan IFI Jakarta sejak 2022.
Dengan memiliki ijazah DELF B1-B2, kita telah mem-branding diri bahwa kita layak untuk diperhitungkan di dunia kerja. Personal branding ini menurut saya sangat penting.
Citra diri yang kita tunjukkan dengan kapasitas dan kemampuan adalah sebuah bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt. Artinya, kita telah mengoptimalkan apa yang telah Allah berikan ke dalam diri kita.
Melalui bahasa Prancis, Allah swt berikan kelebihan kepada kita yang tidak semua orang bisa menguasai bahasa ini. Melalui bahasa Prancis, banyak hal-hal positif yang dapat kita lakukan.
Bahasa Prancis menjadi nikmat yang Allah lebihkan kepada kita yang seharusnya kita optimalkan dengan mencapai ijazah DELF bahkan DALF. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” surat Ibrahim ayat 7. []

Tinggalkan Komentar Anda