Setia Rini

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila)
Bagaimana rasanya jika kita berhasil menguasai bahasa asing tertentu dan kita juga memiliki sertifikat yang membuktikkan bahwa kita kompeten di bidang bahasa tersebut? Tentu rasanya akan menjadi kebanggaan tersendiri dan tentu saja menjadi salah satu value yang mahal.
Sebuah perusahaan tidak akan main-main dalam memberikan gaji yang sesuai jika calon pegawai yang direkrutnya memiliki banyak skill dan ditambah memiliki value yang juga luar biasa. Saya rasa ini pasti menjadi impian banyak orang, ingin sukses dan berhasil di atas kakinya sendiri.
Sukses dan berhasil dalam karier dengan nilai diri yang dimilikinya, kapasitas dan kompetensi, serta berbagai value yang dimiliki. Salah satu value yang notabene dimiliki oleh alumni dari prodi tempat di mana saya mengabdi adalah berupa ijazah DELF.
Baca Juga: Opini: Strategi Taklukkan Ujian DELF
Kenapa disebut ijazah? Karena bukti kompetensi bahasa Prancis tersebut berlaku seumur hidup. Ya, seumur hidup.
Baca Juga: Opini: Apa Urgensi DELF bagi Lulusan Bahasa Prancis?
Bukan sesuatu yang berlebihan jika selama ini, saya selalu tekankan kepada mahasiswa-mahasiswa saya dan siapa pun yang belajar bahasa Prancis, untuk melakukan validasi bahasa Prancis yang sudah dipelajari dengan mengikuti ujian DELF.
Berkat ijazah DELF yang kita miliki, cakrawala akan semakin terbuka luas bahkan tidak terbatas. Terkadang, diri kita sendiri yang membatasi rezeki yang Allah berikan karena mindset yang berpikiran bahwa hal ini tidak mungkin, ini terlalu sulit, ini tidak layak, dan ungkapan-ungkapan lainnya.
Padahal sesungguhnya masing-masing dari pribadi kita tercipta dengan segala kelebihan yang seharusnya bisa dioptimalkan.
Selama ini belajar bahasa Prancis terkesan sulit, tapi ini hanya berlaku bagi mereka yang malas belajar. Selama ini mengikuti ujian DELF juga terkesan mengerikan, tapi ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak mempersiapkan.
Sejatinya, semuanya mudah, bisa dilakukan dan diusahakan dengan berbagai upaya. Bagaimana bisa kita katakan bahasa Prancis itu sulit, kalau belajar saja hanya terbatas di kelas, tanpa pernah sama sekali mengulang dan mempelajari materinya.
Bagaimana bisa kita katakan ujian DELF itu momok yang menyeramkan, kalau dicoba saja belum pernah. Saya hanya ingin memberikan sebuah pandangan bahwa betapa pentingnya ijazah DELF itu untuk dimiliki siapa pun yang menguasai bahasa Prancis.
Tidak pernah ada kata rugi ijazah DELF itu kita miliki, berlaku seumur hidup dan di manapun memiliki value yang tidak main-main.
Jika kita menempatkan dan memantaskan diri pada tempat yang pas, yang sesuai, value dari sebuah ijazah DELF itu sangatlah tinggi. Anak-anak muda yang memiliki impian untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan Prancis atau bekerja di Kedutaan Besar Prancis, pasti target utama yang ingin dicapai adalah memiliki ijazah DELF minimal di level B2.
Dan sebenarnya bahasa Prancis ini tidak melulu hanya dikuasai oleh mereka yang belajar di Prodi Prancis, tetapi justru banyak sekali saat ini orang-orang dengan berbagai skill juga menguasai bahasa Prancis sebagai nilai plus, value.
Ketika kita lulus S1, dan kita memiliki ijazah DELF minimal B2, saya yakin, betapa mudahnya kita memperoleh pekerjaan. Bukan sembarangan pekerjaan, bahkan pekerjaan-pekerjaan hebat dengan gaji yang sangat menggiurkan.
Terlebih jika ijazah itu tidak sekadar nilai di atas kertas, tetapi skill bahasa Prancis kita memang terbukti sangat baik dan kompeten. Saya yakin, tidak akan ada perusahaan atau lembaga yang menyia-nyiakannya.
Anak-anak muda seperti inilah yang mereka cari untuk bisa menjadi agen-agen perubahan, agen-agen yang menyukseskan perusahaan atau lembaga tersebut melalui kepiawaian bahasa Prancis.
Dari pengalaman saya sendiri selama ini, saya sangat terbantu dengan ijazah DELF yang saya miliki. Sejak masih duduk di bangku perkuliahan, sekitar semester 5 akhir, saya berhasil memiliki ijazah B1 yang alhamdulillah telah membawa saya ke Prancis gratis selama 1 bulan penuh melalui sebuah program internasional yang saya ikuti dengan proses seleksi.
Lalu ketika saya masih S2, saya mencoba mengikuti ujian DELF B2 sebanyak 2 kali. Ujian pertama gagal dengan nilai di bawah 50.
Tentu saja saya tidak patah arang, karena saya butuh ijazah B2 itu ketika saya lulus nanti. Seperti yang juga selalu digaung-gaungkan oleh dosen-dosen saya ketika kuliah dulu.
Dan tepat 1 tahun awal saya di bangku S2, saya berhasil lulus ujian DELF B2 dan berkat ijazah B2 itulah, saya mendapatkan banyak sekali kemudahan dan peluang-peluang emas untuk karier saya.
Ijazah DELF B2 tersebut membawa saya untuk diterima menjadi dosen sampai dengan posisi saya saat ini. Ijazah B2 tersebut juga menjadi tiket saya untuk bisa mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan oleh Kedutaan Prancis.
Hingga akhir tahun lalu saya kembali ke Prancis selama 3 minggu gratis, juga berkat ijazah DELF B2. Tidak hanya itu, ijazah DELF B2 yang saya miliki pun juga menjadi tiket bagi saya untuk bisa mengikuti formation (pelatihan) sebagai penguji dan pengoreksi ujian DELF bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh IFI di bawah Kedutaan Prancis.
Oleh karena itu, saat ini saya menjadi salah satu tim penguji DELF di UPT bahasa Unila untuk level A1-B1. Ini hanya hal dan contoh kecil yang saya alami sendiri.
Saya yakin, ada banyak cerita besar, kesuksesan besar di sekitar kita berkat dimilikinya ijazah DELF.
Siapa yang tidak mau mendapatkan kemudahan-kemudahan tersebut? Saya yakin, siapa pun pasti mau, tetapi saya juga yakin bahwa tidak semua orang mau berjuang untuk itu.
Oleh karena itu, semoga ada semakin banyak anak-anak muda yang sadar betapa pentingnya ijazah DELF untuk dimiliki. Fokuskan target dan impian apa yang ingin dicapai, kencangkan sabuk dan ayo berjuang seoptimal yang bisa kita lakukan untuk lulus dan memperoleh ijazah tersebut.
Ingat, milikilah target untuk lulus S1 harus punya ijazah DELF B2. Dan buktikan bahwa dengan mudahnya peluang-peluang pekerjaan menghampiri kita.
Lulusan-lulusan S1 Prodi Bahasa Prancis baik pendidikan maupun sastra yang ada di Indonesia, yang memiliki ijazah B2 akan sangat cepat terserap dunia kerja, bahkan di perusahaan-perusahaan Prancis maupun di Kedutaan Prancis.
Bahkan, terkadang tidak sedikit juga yang belum lulus S1, tetapi sudah mulai ditawari pekerjaan berkat ijazah B2 tersebut. Waktunya kalian semua, untuk mempersiapkan ujian DELF di sesi Juni dan Oktober nanti dengan keyakinan dan upaya yang optimal.
Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Ketika segala upaya sudah dilakukan, tidak akan pernah ada kata gagal. Kejar impian-impian dengan aksi nyata bukan sekedar merajut mimpi menjelang tidur.
Tapi bangun dan wujudkan impian itu.
“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok pagi.” (Hadis Rasulullah shallallahu `alaihi wa salam). []

Tinggalkan Komentar Anda