Nanda Chantika. | Adee

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sudah tiga tahun Nanda Chantika berkecimpung dalam dunia model. Modal paras cantik, kulit putih, dan rambut indah menjadikan dirinya banyak diincar para fotografer untuk membidik raut wajahnya yang cantik.
Nanda tahu dia punya potensi besar di bidang itu. Itu sebabnya, ia seserius mungkin menekuni dunia ini. Minggu lalu ia sampai terbang ke Palembang untuk sebuah event. Dengan berbasah-basah ria, Nanda tampil bersama beberapa model terkenal dari Jakarta. Event dengan objek mobil dan Nanda mesti menjadi salah satu “tukang cuci mobil” membuatnya tampil lumayan seksi.
Jepretan kamera fotografer makin membuatnya meliuk-liuk dalam busana minimalis. Awalnya ia juga jengah. Namun, lantaran menjadi keharusan untuk bekerja semacam itu, ia tampil total.
Namun, karena masih remaja belia, ia mengaku tidak seberani model-model lain dari Ibu Kota. Meski begitu, ia berusaha mengimbangi. Guyuran air sabun membuatnya makin semangat beraksi di depan mobil sedan yang dipajang.
“Wah, pengalaman banget bareng model dari Jakarta. Aku akui, aku enggak seberani mereka. Duh, enggak kebayang deh, hahaha,” kata dia kepada wartalampung.id, Selasa, 24 November 2020.
Dari situ pula beberapa fotografer yang hadir di sana mengajaknya ke Kalimantan. Sebuah tantangan yang benar-benar menantang bukan? Namun, Nanda menampik dengan halus.
Baca: Model Lampung Joya: Puas Kalau Sudah Keluar Keringat
“Enggak berani kalau enggak ada teman,” ujar siswi kelas 12 sebuah SMK swasta di Natar, Lampung Selatan, itu.
Meski ingin tampil total di dunia model, untuk sesi private atau indoor yang mengharuskannya buka-bukaan, ia belum mau. Lebih tepatnya, kata Nanda, “Aku belum berani.”
Nanda bercerita, banyak fotografer yang mengajaknya foto nude alias telanjang, wah. Namun, ia belum mengiyakan ajakan itu. Padahal, honor yang bakal ia terima lumayan.
“Ya jutaan lah,” kata dia.
Baca: Model Lampung Cece: Kalau Bayarannya Oke Sih Aku Mau Aja
Nanda bilang, beberapa fotografer penasaran untuk mendapatkan file-nya dalam balutan busana yang ya gitu deh. Namun, ia sampai dengan sekarang belum tertarik untuk itu meski duit yang bakal masuk ke rekeningnya lumayan besar.
Kata Nanda, meski tidak untuk sesi foto seksi, ia tetap menetapkan bayaran. Bukan berarti mata duitan ya. Nanda bilang, menjadi model itu tidak mudah. Ia mesti dandan dan menyiapkan semua kebutuhan. Termasuk untuk make up. Juga pakaian yang ia siapkan. Untuk itu, kalau tidak jelas bayarannya, ia bakal menampik.
Nanda bilang, menetapkan honor itu sebagai bentuk menjaga profesionalitasnya di bidang model. Sebab, kalau kebanyakan yang free, Nanda khawatir saat ia meminta bayaran, ada yang bilang ada perlakuan yang beda dengan fotografer lain.
“Ini kan kerjaan aku. Wajar kalau aku minta bayaran. Namanya orang kerja kan mesti dapat uang kan,” kata dia.
Nanda tidak khawatir jika nanti ada yang bilang ia mata duitan. Baginya, urusan kerja ya harus jelas. Dari mana ia mendapat uang kalau untuk urusan kerjaan yang ia berusaha profesional, malah tidak mendapat kompensasi apa-apa.

Apalagi ia masih kelas 12 SMK. Tahun depan ia lulus. Kata Nanda, dari situ ia akan berusaha semaksimal mungkin lagi di dunia model.
Nanda juga tidak menafikan peran banyak fotografer dalam membangun karierya sejauh ini. Tanpa mereka, kata Nanda, ia bukanlah siapa-siapa. Dan ia mungkin tidak mendapatkan banyak pengalaman sampai dengan sekarang.
“Peran fotografer itu besar banget buat aku. Aku enggak akan menghilangkan kenangan baik itu. Karena dari mereka juga aku bisa kayak sekarang,” kata dia.
Baca: Model Lampung Yossi: Jelita Multitalenta
Sejauh ini orangtua Nanda oke-oke saja dengan aktivitas putri cantik mereka itu. Apalagi kalau keluar daerah, Nanda pasti membawa teman. Sehingga, orangtua pun yakin kalau kerjaan Nanda di kota lain itu memang benar adanya.
Nanda berusaha menjaga kepercayaan orangtuanya dalam aktivitas modelnya. ia tidak ingin orangtuanya mempunyai dugaan yang tidak-tidak dengan kerjaannya sebagai model. Apalagi ia paham betul banyak pandangan miring orang soal dunia model.
“Wajar sih kalau ada anggapan kayak gitu. Tapi aku sih enjoy aja. Selagi itu memang kerjaan dan aku mendapat bayaran yang sesuai,” ujarnya.
Ia bahkan pernah dipanggil oleh guru bimbingan konseling di sekolahnya gara-gara aktivitasnya sebagai model. Ia pun menjelaskan hal itu. Kalaupun guru bimbingan konseling memberikan nasihat, ia mendengarkan saja.
“Buat apa aku bantah. Dengerin aja,” kata dia.
Nanda menegaskan, menjadi model adalah pilihannya sejauh ini. Ia pun siap dengan segala risiko yang timbul sebagai efek dari kerjaannya menjadi model.
“Doain aja aku sukses.” Oke deh, Nanda Chantika yang memang cantik. []
