Cece. | Abi Wicaksono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sejak kecil Cece sudah biasa mandiri. Ia terbiasa menabung sejak masih belia. Kesadaran untuk menabung demi mencukupi kebutuhan sehari-hari sudah melekat sejak dini.
Tak heran ia punya tabungan lumayan sampai dengan sekarang. Kadang beberapa ia sisihkan untuk orangtuanya.
Cece, demikian ia biasa disapa, termasuk anak yang tercukupi semua kebutuhan sejak kecil. Ayahnya yang seorang anggota Polri dan ibunya yang membuka usaha katering, membuatnya cukup secara materi.
Namun, kesadaran untuk punya uang sendiri dari hasil tabungan, membuat Cece konsisten mengisi celengannya sejak masih sekolah dasar.
Kebiasaan itu terbawa sampai dengan sekarang. Ia bahkan punya pemikiran yang melampaui cara pandang anak-anak sezamannya.
Meski punya ayah yang aparatur negara, Cece tahu suatu saat ayahnya akan pensiun. Dengan begitu, ia tidak begitu leluasa lagi meminta uang kepada orangtuanya. Maka itulah ia rutin mengisi tabungannya.
Jika dahulu menyisihkan dari uang jajan yang diberikan orangtua, kini Cece sudah berusaha sendiri. Ia pernah menjadi sales promotion girl untuk beberapa produk.
Baca: Model Lampung Joya: Puas Kalau Sudah Keluar Keringat
Pengalaman sebagai gadis berpayung alias umbrella girl juga pernah ia lakoni. Bahkan sampai jauh di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Dan sekarang ia meniti karier sebagai model. Karena sudah berkeinginan sebagai model itulah, Cece tidak mudah menerima tawaran foto-foto.
Meski konsep kasual, ia tetap menghargai dirinya sendiri dengan bayaran sebagai ukuran profesionalitas dalam bekerja. Ia khawatir, jika terlalu mudah mengiyakan foto yang tidak berbayar, besok-besok kesannya ia difoto tanpa dibayar pun tak masalah.
“Makanya aku gimana juga mesti dapat honor dari foto. Soalnya ini kan profesi. Enggak mudah lho jadi model itu. Kelihatannya aja enak. Soal konsep apa aja, asal bayarannya oke, aku sih mau aja,” kata dia kepada wartalampung.id, Senin, 23 November 2020.
Cece bilang, ia juga mengambil sesi foto private jika ada fotografer yang menawarinya. Baginya, selain dapat uang, ia dapat pengalaman baru.
Tipikal Cece juga kreatif saat difoto. Ia bisa memaksimalkan bahan yang ada sebagai konsep fotonya.
Ia bercerita, pernah suatu waktu foto fi studio. Setelah selesai, ia meminta fotografer menyiapkan kain panjang yang ia lilitkan di sekujur tubuhnya. Alhasil kain panjang itu seperti busana glamor yang menutupi tubuhnya.
“Itu pakai kain biasa aja. Cuma karena aku pakai kayak busana gitu jadinya bagus,” kata pemilik akun Instagram @_gustiwidya.
Cece juga mengaku awalnya risi jika mesti difoto dengan konsep seksi. Kadang ada rasa gugup. Namun, ia akhirnya enjoy melakoninya.
Sebab, ia tahu sesuatu yang baru awalnya memang bikin tidak yakin. Tapi, begitu dijalani, semua akan berjalan dengan santai dan ia menikmatinya.
Soal nyinyiran netizen, ia menilainya sebagai hal yang biasa. Ia merasa itu bagian dari risiko yang mesti dihadapi. Apalagi ia fokus pada dunia foto, tidak mengarah pada hal-hal yang mungkin selama ini dikenal negatif di mata banyak orang.
Baca: Model Lampung Yossi: Jelita Multitalenta
“Kalau aku sih ya biasa aja. Foto apa pun asal memang basic-nya profesional, ya aku jalani,” kata dia.
Gadis cantik ini menambahkan,saat difoto ia berusaha semaksimal mungkin feminim. Apalagi dengan postur lumayan menjelang, wajah cantik khas oriental, dan kulit putih bersih, ia punya modal bagus menjadi model profesional.

Cece pun serius di bidang ini. Jika mungkin model lain masih menganggap ini sebagai sampingan, bagi Cece, ini salah satu pekerjaan utama. Karena utama, ia mesti serius ketika menjalani sesi foto itu. Ia tak mau setengah-setengah.
Soal postur yang tinggi dan fisik yang oke, rupanya sudah dididik sejak kecil. Cece bilang, karena punya ayah yang anggota Polri, ia sudah terbiasa dengan olahraga.
Push up, pull up, lari, renang, dan bersepeda sudah menjadi keseharian. Itu lumayan bertahan sampai dengan sekarang. Kalau mau adu balap sepeda dengan Cece, boleh dicoba. Ia takkan berhenti sebelum garis finis yang ditentukan.
Baca: Lily, Awalnya Tegang Lama Kelamaan Ketagihan
Fisiknya yang lumayan bugar itu membuatnya pernah didapuk menjadi anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Tanggamus. Maklum, orangtua Cece memang berdomisili di sana.
Soal Paskibraka ini Cece juga punya cerita menarik. Awalnya ia sama sekali tidak tertarik. Ia memulai seleksi pun karena diminta oleh pelatih Paskibraka di sekolahnya.
“Mungkin karena aku tinggi dan bugar, makanya disuruh ikut. Aku ya awalnya enggak serius lah, orang enggak niat. Tapi begitu seleksi aku termasuk yang terbaik, makanya sampai jadi Paskibraka kabupaten,” kata dia.
Cece bilang, pengalaman menjadi anggota Paskibraka itu masih teringat sampai dengan sekarang. Di situ ia bisa belajar makin disiplin dengan jadwal yang sudah ditentukan. Di situ juga ia belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai satu keinginan.
Dan itu berimbas sampai dengan sekarang. Setidaknya, keseriusan ia menjalani dunia model sampai dengan sekarang, salah satunya dipicu dari kedisiplinan yang selama ini ia lakukan.
Balik ke soan dirinya yang mandiri, Cece masih mempertahankan sampai dengan sekarang. Kalau mau sesuatu ia mesti menabung dari hasil keringatnya sendiri.
Termasuk untuk memulia usaha dan ikhtiar kuliah di tahun-tahun mendatang. Baginya, setiap keinginan itu mesti dicapai dengan usaha yang sungguh-sungguh.
Ok deh Cece, sukses buat kamu ya.[]
