Berita Foto Ruwajurai Pesawaran

Mitra Bentala FGD Perubahan Iklim, Desa Trimulyo Tegineneng Krisis Air

Mitra Bentala FGD Perubahan Iklim, Desa Trimulyo Tegineneng Krisis Air

FGD Mitra Bentala. | Dokumentasi

FGD Mitra Bentala. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tegineneng – Mitra Bentala bersama Patiro melakukan focus group discussion (FGD) di tingkat masyarakat Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Selasa, 26/4/2022.

Acara berlangsung di Balai Desa Trimulyo yang dihadiri unsur pemerintahan desa, kelompok tani hutan (KTH), kelompok wanita tani (KWT), unsur tokoh masyarakata, pemuda dan unsur perwakilan perempuan.

Manajer Advokasi dan Kajian Mashabi yang mewakili Direktur Mitra Bentala Rizani, menyampaikan, ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi bencana, kerentanan, dan kapasitas masyarakatan dari dampak perubahan iklim.

Dan juga ingin melihat dampak dari perubahan iklim ini untuk bidang pertanian masyarakat.

Bambang Irianto, tokoh masyarakat sekaligus ketua kelompok tani hutan Desa Trimulyo, dalam acara mengungkapkan, saat ini di desa mengalami kekeringan atau krisis air mulai dirasakan.

Bahkan bukan tahun ini saja, melainkan 2-3 tahun terakhir. Tidak hujan tiga bulan, masyarakat sudah mulai sulit mencari air baik untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk kebutuhan lainnya.

Apalagi masyarakat Desa Trimulyo ini berprofesi sebagai petani yang sangat membutuhan air untuk tanaman., Jika terjadi kekeringan, mereka tidak bisa bercocok tanam di lahan pertanian.

Sekretaris Desa Trimulyo Prayitno menyambut baik acara ini. Terlebih ingin mengetahui kejadian dampak perubahan iklim saat ini yang dirasakan dan upaya apa saja dilakukan masyarakat.

Berdasarkan identifikasi dalam diskusi kelompok berhasil diambil kesepakatan, ancaman kekeringan menjadi skala prioritas yang menjadi perhatian bersama.

Ke depan, dari pihak desa akan membuat perencanaan program terkait dengan upaya atisipasi yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan.

Air sangat dibutuhkan oleh masyaratat, apalagi Desa Trimulyo ini banyak petani yang menggarap lahannya untuk ditanam seperti jagung, cabai, singkong, padi dan sayur mayur yang menjadi sumber penghidupan keluarga. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda