Bandar Lampung

Menko AHY Tantang Mahasiswa Unila Jika Jadi Wali Kota Bandar Lampung Mau Membangun Apa

Menko AHY Tantang Mahasiswa Unila Jika Jadi Wali Kota Bandar Lampung Mau Membangun Apa

Stadium general BEM Unila. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam kegiatan Stadium General bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Maesa dan Andika mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mendapat kesempatan untuk menyampaikan ide dan gagasan terkait pembangunan infrastruktur di daerah.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Selasa, 14/10/2025.

Dalam sesi interaktif tersebut, AHY memberikan pertanyaan terbuka kepada mahasiswa mengenai prioritas pembangunan jika mereka menjadi wali kota Bandar Lampung.

Ia menantang peserta untuk menyebutkan dua jenis infrastruktur yang akan segera dibangun beserta alasannya.

Menanggapi hal itu, Maesa Aulia Rahmah, mahasiswi Fakultas Pertanian, menyampaikan bahwa prioritas utama baginya adalah memperbaiki jalan yang rusak sebelum membangun yang baru.

“Saya akan memperbaiki jalan yang telah rusak, karena jalan merupakan akses utama masyarakat. Selain itu, saya juga ingin membangun fasilitas sekolah yang lebih memadai, terutama di daerah perkampungan,” ujar Maesa.

Sementara itu, Andika Novembrian dari Fakultas Hukum menyoroti kondisi trotoar dan transportasi di Bandar Lampung. Ia menilai infrastruktur jalan dan fasilitas pejalan kaki perlu dibenahi agar lebih aman dan ramah bagi masyarakat.

“Trotoar di wilayah Bandar Lampung masih licin dan berbahaya bagi anak-anak maupun lansia, sehingga perlu dibenahi. Selain itu, saya berharap Lampung bisa memiliki MRT untuk mengurai kemacetan,” ucapnya.

Menanggapi berbagai pandangan tersebut, AHY menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif mahasiswa yang dinilai kritis dan solutif.

Ia menegaskan bahwa setiap daerah tidak hanya di Lampung, memiliki harapan dan prioritas pembangunan yang berbeda.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kepala daerah selalu dihadapkan pada keterbatasan dalam menentukan kebijakan pembangunan.

“Masalahnya, para wali kota dihadapkan pada keterbatasan, termasuk keterbatasan fiskal. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi untuk menentukan mana yang paling prioritas tanpa mengabaikan sektor lainnya,” kata AHY.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam pembangunan nasional agar tidak ada wilayah atau sektor yang tertinggal.

“Pada intinya pembangunan tidak boleh ada satu pun yang merasa ditinggalkan, diabaikan, atau dilupakan. Itu sebuah prinsip yang harus kita jalankan bersama,” ujar AHY menutup sesi diskusi.

Kuliah Umum Stadium General ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara pemerintah dan mahasiswa mengenai arah pembangunan berkelanjutan serta peran generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. [Delima Kurnia]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda