Tanggamus

Maknai Hari Ibu Salimah Tanggamus Seminar Keluarga Bahagia, Suami Kasih Bunga ke Istri

Maknai Hari Ibu Salimah Tanggamus Seminar Keluarga Bahagia, Suami Kasih Bunga ke Istri

Salimah Tanggamus. | Dokumentasi

Salimah Tanggamus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Gisting – Pagi hari makan kelapa. Rasanya enak bikin ketawa.  Kita di sini telah berjumpa. Untuk acara yang istimewa.

Air beriak tanda tak dalam. Air tenang seperti berlian. Izinkan saya ucapkan salam. Untuk hadirin sekalian.

Bait pantun tersebut disampaikan Mustaqimah, Wakil Ketua Salimah Tanggamus, dalam sambutannya pada Seminar Keluarga Bahagia yang diselenggarakan Salimah Tanggamus dalam memperingati Hari Ibu 2022 di Aula Serumpun Padi, Kecamatan Gisting, Ahad, 25/12/2022.

Ia menyampaikan, Islam mengajarkan pembinaan keluarga, mulai dari cara pembentukan, sarana-sarananya, sampai pada urusan waris-mewaris. Sebab, keluarga yang baik adalah dasar kehidupan masyarakat yang baik pula dan merupakan dasar kerukunan masyarakat.

Keluarga bahagia, sejahtera, dan stabil sangat diperlukan karena akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kejiwaan para anggotanya. Di sinilah, kata dia, letak pentingnya keharmonisan dalam suatu keluarga, di mana orang tua sebagai pemimpin dan penanggung jawab dalam pendidikan keluarga perlu mengendalikannya dengan baik.

Acara diikuti 80 peserta yang terdiri dari pasangan suami istri pengurus, anggota Salimah serta masyarakat. Turut hadir Purwanti, Camat Gisting, sekaligus membuka acara seminar.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai dengan 15.30 WIB diikuti dengan gembira dan antusias oleh semua peserta.

Materi pertama disampaikan Pak Andi Wahyudi dan Nuryanthi, pemilik Nibras House Lampung. Mereka menyampaikan tentang pentingnya menjadi muslim yang berkontribusi bagi orang banyak, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dan sahabat.

“Kita harus menjadi muslim yang kuat, tidak hanya hidup bagi diri sendiri atau keluarga tetapi juga memiliki panggilan untuk bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas dengan cara memaksimalkan potensi yang kita miliki, mempunyai mimpi besar untuk membangun peradaban,” kata Andi.

Materi kedua disampaikan pasangan Akhmadi Sumaryanto dan Ispriyani, pemilik Kedai Hidayatulloh. Mereka menyampaikan materi yang berjudul “Kunci Membangun Keharmonisan Keluarga”. Mereka menyampaikan pentingnya menjalin komunikasi yang baik dan mengutamakan kebersamaan dengan keluarga.

Ahmadi menyampaikan, saat ini sering dijumpai dalam keluarga pola komunikasi yang kurang baik karena pengaruh gawai. Gawai, ujarnya, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

“Hal ini menyebabkan kesenjangan antara suami istri, orang tua dan anak, sehingga untuk jangka yang lama akan mengakibatkan tidak terjalinnya keharmonisan dalam keluarga,” ujarnya.

Panitia menyiapkan bunga bagi para suami untuk diberikan kepada istri masing-masing dengan cara yang romantis. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat mempererat hubungan suami istri yang nantinya berdampak baik bagi keluarga dan masyarakat. [Desi Ruli/Salimah Tanggamus]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda