Salimah Tanggamus
Wartalampung.id, Kotaagung – Membicarakan pendidikan seksual kepada remaja bukan lagi sesuatu yang bisa dianggap tabu. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, remaja justru membutuhkan ruang yang aman untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, sehat, dan bertanggung jawab
Berangkat dari kepedulian tersebut, Salimah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan seminar edukasi bertema “Sex Education for Teenagers” yang didedikasikan khusus bagi para remaja di Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog bagi para pelajar untuk memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan diri dan seksualitas secara tepat. Bukan sekadar memberikan informasi, seminar ini diharapkan mampu membantu remaja mengenali batasan diri, menjaga kehormatan dan keamanan diri, serta mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era digital.
Seminar tersebut dibuka dengan sambutan dari Ketua Salimah, Fajarita Rismawati. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan bekal pengetahuan kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, remaja membutuhkan pendampingan dan informasi yang benar agar tidak mencari jawaban dari sumber-sumber yang keliru dan berpotensi menyesatkan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kesbangpol kabupaten Tanggamus, Risnah. Kehadiran unsur pemerintah dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya bersama dalam membangun generasi muda Tanggamus yang memiliki pengetahuan, karakter, serta kemampuan untuk menjaga dirinya di tengah berbagai perubahan sosial yang semakin cepat.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai organisasi wanita dan sejumlah sekolah tingkat atas di Kabupaten Tanggamus.
Peserta yang hadir terdiri atas pengurus Salimah sebanyak 20 orang, perwakilan organisasi wanita, SMK Muhammadiyah Tangggamus 13 orang, SMK Kotaagung Barat 13 orang, SMA Negeri 1 sebanyak 25 orang, SMA Muhammadiyah 12 orang, SMK Kotaagung Timur 12 orang, MAN Tanggamus 14 orang, serta SMA Al Qolam sebanyak 5 orang, dengan total peserta mencapai 115 peserta.
Kehadiran lebih dari seratus peserta tersebut menunjukkan bahwa isu pendidikan seksual bagi remaja memiliki perhatian yang cukup besar. Para pelajar tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi yang mampu memahami dirinya, menghargai orang lain, serta membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
Materi seminar disampaikan oleh Ahmad Sobirin, trainer anak dan remaja. Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja, materi dikemas agar tidak terasa menggurui.
Peserta diajak melihat pendidikan seksual bukan semata-mata sebagai pembahasan mengenai seks, melainkan sebagai bagian dari pendidikan tentang diri, batasan pribadi, tanggung jawab, relasi yang sehat, serta kemampuan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Tema tersebut menjadi semakin relevan di tengah kemudahan akses remaja terhadap berbagai konten melalui media sosial dan internet.
Informasi yang mereka terima tidak selalu benar, bahkan tidak sedikit yang berpotensi memberikan pemahaman keliru. Karena itu, kehadiran ruang edukasi yang terbuka, aman, dan dapat dipercaya menjadi salah satu langkah penting untuk membantu remaja memilah informasi sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga diri.
Melalui seminar ini, Salimah bersama Kesbangpol Kabupaten Tanggamus berharap edukasi bagi remaja tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah agar remaja memiliki lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Remaja yang mendapatkan informasi yang tepat hari ini diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih siap, percaya diri, dan bertanggung jawab di masa depan. Seminar “Sex Education for Teenagers” akhirnya bukan sekadar sebuah agenda edukasi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga generasi muda Tanggamus.
Sebab, memberikan pengetahuan yang benar kepada remaja bukan berarti mengajarkan mereka untuk melangkah terlalu jauh, melainkan membekali mereka agar tahu kapan harus berkata “tidak”, bagaimana menjaga batas diri, dan kepada siapa mereka dapat mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.[Desrul/Humas Salimah Tanggamus]

Tinggalkan Komentar Anda