Bocah di Wonosobo meninggal dunia usai bermain meriam bambu. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tanggamus – Seorang bocah di Wonosobo, Tanggamus, meninggal dunia usai bermain petasan. Adityta Mahesa, anak berusia 7 tahun itu, mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Secanti, Gisting. Namun, tidak terselamatkan.
Peristiwa ini terjadi hari Ahad lalu saat sang ayah sedang memperbaiki motor. Anak pasangan Chairudin dan Ernawati yang baru duduk di kelas 1 SD di Desa Soponyono, Kecamatan Wonosobo itu tewas usai bermain meriam bambu bersama temannya.
Aditya sempat menjalani perawatan pada hari Minggu itu di rumah sakit. Ia kemudian dibawa pulang orangtuanya dan Senin lalu meninggal dunia.
Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko membenarkan kejadian itu. Almarhum kemudian dimakamkan hari ini, Selasa, 20 April 2021. Keluarga mengikhlaskan kepergian Aditya.
Meriam bambu adalah sejenis permainan tradisional dengan bahan utama bambu atau kaleng yang dirakit. Ujungnya diberi pemantik dari korek api atau spiritus yang saat diberi api akan meletus.
Kapolsek mengatakan, para orangtua diminta lebih memperhatikan anak-anak selama Ramadan. Ia ingin orangtua melarang anak-anak bermain petasan atau meriam. Sebab, ini membahayakan dan bisa menyebabkan kematian. []
