Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan-Pemberdayaan Perkembangan Pada Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 28 Universitas Malahayati
Wartalampung.id, Wonosobo – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan-Pemberdayaan Perkembangan Pada Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 28 Universitas Malahayati melakukan edukasi stunting dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi di Banjarsari, Wonosobo, Tanggamus, 7 Agustus 2025 yang lalu.
Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan posyandu setempat dan para ibu kader desa.
Program ini bertujuan menekan angka stunting yang menjadi masalah kesehatan anak di desa, dengan memberikan edukasi bagi ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya asupan gizi seimbang, ASI eksklusif selama enam bulan, dan MPASI bergizi.
Kegiatan edukasi ini mencakup penyuluhan serta praktik memasak MPASI yang sehat dan menarik.
Salah satu produk MPASI yang diperkenalkan adalah puding buah naga.
Puding buah naga dipilih karena kandungan nutrisi buah naga yang kaya akan antioksidan, vitamin, dan serat, serta teksturnya yang lembut dan warna yang menarik sehingga disukai anak-anak.
Dalam pembuatan puding buah naga yang diajarkan, bahan utama yang digunakan adalah daging buah naga yang dihaluskan, agar-agar, susu, dan gula sebagai pemanis alami.
Cara membuatnya mudah dan higienis, sehingga ibu-ibu dapat langsung mempraktikkannya di rumah.
Puding ini tidak hanya lezat sebagai camilan bergizi bagi balita, tapi juga membantu meningkatkan nafsu makan dan pencernaan anak.
Kader posyandu berperan penting sebagai penghubung dan pendamping ibu-ibu selama kegiatan, memastikan edukasi dapat diterapkan dengan baik di masyarakat.
Selain edukasi dan praktik memasak, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan lomba kreasi MPASI untuk meningkatkan partisipasi ibu.
Sinergi antara mahasiswa dan ibu kader ini menjadi contoh kolaborasi sukses pemberdayaan masyarakat dalam memperbaiki kualitas gizi anak.
Dengan edukasi dan penerapan MPASI bergizi seperti puding buah naga, diharapkan angka stunting di Desa Banjarsari akan mengalami penurunan signifikan di masa mendatang, menciptakan generasi anak yang sehat, cerdas, dan kuat. []

Tinggalkan Komentar Anda