Muhadharah Kubro Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Menghadapi kembali aktifnya kegiatan akademika kampus UIN Raden Intan Lampung semi pandemi, Ma’had Al Jami’ah yang berada di bawah naungannya kembali mengadakan kegiatan Muhadharah Kubra perdana secara offline.
Kegiatan yang sebelumnya sempat dibayang-bayangi oleh pandemi yang belum juga menemukan titik temu, yang sebelumnya kegiatan muhadharah secara virtual, di tahun ini kembali diadakan secara offline dengan prokes yang berlaku.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB – 23.00 WIB ini tak lain sebagai wahana untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mahasantri Ma’had Al Jami’ah UIN Raden Intan Lampung.
Istilah Muhadharah Kubra diartikan sebagai event untuk mempersembahkan penampilan pidato tiga bahasa yang diiringi dengan penampilan hiburan dari mahasantri Ma’had Al Jami’ah.
Dalam kegiatan ini, mahasantri diajak untuk berkreasi dan berinovasi dalam mahakarya pentas seni dan melatih public speaking dalam pidato tiga bahasa.
Kegiatan yang diadakan pada tanggal 12 November ini, dihadiri oleh Mudir Ma’had Al Jami’ah UIN Raden Intan Lampung, para pengurus ma’had, dan seluruh mahasantri.
Kegiatan Muhadharah Kubra kali ini juga dihadiri secara virtual oleh Mudir Ma’had IAIN Padang Sidimpuan Rizal Siregar beserta seluruh mahasantri Ma’had IAIN Padang Sidimpuan.
Hadir juga dalam acara ini, jajaran kepengurusan Ma’had Ar-Raniry Aceh.
Muhadharah Kubra kali ini mengusung tema “Membumikan Jiwa Nasionalisme Santri Nusantara”.
Dalam sambutannya, Muhammad Nur menuturkan, di dalam diri santri, jiwa Nasionalisme sudah terpatri. Ia juga mengungkapkan bahwa nasionalisme santri sudah ada sebelum Indonesia lahir bahkan santri ikut membersamai saat Indonesia merdeka.
“Kehidupan santri adalah potret Indonesia; heterogenitasnya, kemajemukannya, cara santri makan, cara santri minum, cara santri bergotong royong. Seluruhnya mencerminkan nasionalisme. Maka tidak ada alasan untuk tidak mencintai Indonesia,” kata Nur.
Ia menuturkan, zaman dulu, para santri berjuang untuk Indonesia adalah dengan darah dan air mata, sedangkan sekarang adalah air mata perjuangan untuk belajar giat dan sungguh-sungguh.
Dalam penyelenggaraan Muhadharah Kubra ini, tak hanya melulu menampilkan penampilan internal dari Ma’had UIN Raden Intan Lampung, tetapi juga turut menyajikan penampilan lain seperti penampilan dari mahasantri Ma’had IAIN Padang Sidempuan. Ini bertujuan untuk membangun persaudaraan antarmahad.
Muhadharah juga sebagai ajang pelatihan keorganisasisan bagi para mu’allim (pengurus) baru, yakni mereka yang dinyatakan lolos seleksi pendaftaran mu’allim yang diselenggarakan bagi mereka yang telah menyelesaikan program akademik sebanyak empat semester. [Tri Faizah]
