Opini

Hari Arafah, Saat Berkumpulnya Berbagai Keutamaan

Hari Arafah, Saat Berkumpulnya Berbagai Keutamaan

Gufron Azis Fuadi

Dulu saya punya teman pegawai Pelindo II, suatu saat dia mengalami kecelakaan kecil. Peristiwa ini sudah belasan tahun, tapi saya masih ingat, bukan pada peristiwa kecelakaannya tapi pada ungkapan pertama pikirannya saat kecelakaan. Yakni, “apa dosa saya…”.

Kemudian diurutnya (dievaluasi/muhasabah) perilakunya terhadap ibunya, istrinya dan seterusnya sampai akhirnya ketemu dosanya sehingga Allah beri teguran berupa kecelakaan tersebut.

Bersyukurlah, bila seseorang masih diingatkan Allah, meski dengan musibah, bila melakukan suatu dosa atau maksiat. Itu artinya Allah masih perhatian kepadanya. Bila tidak, maka Allah memberikan istidraj.

Istidraj adalah jebakan berupa kesenangan materi yang diberikan Allah swt kepada seseorang yang terus-menerus berbuat maksiat dan melupakan-Nya.

Oleh karena itu, “Alhamdulillah” tidak hanya diucapkan dalam kondisi sukses saja tapi juga musibah.. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Adalah Rasulullah Saw apabila melihat sesuatu yang beliau sukai, beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmush shalihat.’ Dan apabila beliau melihat sesuatu yang tidak menyenangkan (musibah/hal buruk), beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillah ‘ala kulli hal.’” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, dinilai hasan oleh para ulama).

Tanda lain dari banyaknya dosa dan maksiat adalah doa yang tak kunjung terkabul dan pertolongan Allah yang tidak turun-turun. Dosa dan maksiat adalah dinding utama penghalang turunnya pertolongan Allah.

Segala bentuk pelanggaran terhadap perintah-Nya, baik berupa dosa besar maupun dosa kecil yang terus-menerus dilakukan, dapat menggelapkan dan mengotori hati. Akibatnya, doa menjadi tertahan dan seorang hamba kehilangan akses kepada rahmat serta pertolongan-Nya.

Rasulullah Saw bersabda tentang seseorang yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut, dan berdebu, ia mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berdoa, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku!” Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim).

Untuk kembali membuka pintu pertolongan-Nya, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah memohon ampunan melalui istighfar dan taubat nasuha.
Meninggalkan dosa diikuti dengan istighfar akan mendatangkan pertolongan yang melimpah, firman Nya:

“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu…”
(Nuh: 10-12).

Sungguh Allah Maha Pengampun, karenanya, Dia membuka pintu ampunan sepanjang siang dan malam serta selebar Barat hingga Timur untuk hamba hambaNya yang merindukan ampunan Nya.

Di samping itu Allah masih menyediakan waktu waktu istimewa seperti bulan Ramadhan, waktu sahur, waktu diantara adzan dan iqomat, jumat sore setelah Ashar serta hari Arafah.

Hari Arafah adalah tanggal 9 Zulhijjah saat para jamaah haji melaksanakan wukuf. Tentang hal ini Rasulullah Saw bersabda:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162).
Puasa ini disyariatkan untuk yang sedang tidak wukuf di Arafah.

Hadits lainnya:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi)

Masih banyak hadits lain tentang utamanya hari Arafah. Beruntung sekali bila kita bisa menggabungkan berbagai keutamaan tersebut dengan melaksanakan puasa Arafah yang tahun ini jatuh pada hari Selasa, 9 Pon/26 Mei 2026. Saat berkumpulnya keutamaan puasa, berlipat gandanya ampunan, pembebasan dari api neraka dan doa yang diijabah.

Wallahu a’lam bi shawab, Allahulmusta’an. [Gufron Azis Fuadi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda