Ustazah Dina Nur Atika. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Juara IV Akademi Sahur Indonesia (Aksi) Indosiar tahun 2016, Ustazah Dina Nur Atika, hari ini mengisi kajian majelis taklim Masjid Raja Al Bakrie.
Di hadapan empat ratusan jamaah, penyuluh agama KUA Kecamatan Enggal itu menjelaskan keutamaan bulan Syakban. Dina mengatakan, kaum muslimin diminta untuk memperbanyak puasa sunah selama Syakban.
Yang lainnya, memperbanyak istigfar dan tobat serta memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw.
Penyandang gelar magister sosial itu mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca Alquran, memperbaiki hubungan sesama, dan memperbanyak doa menyambut Ramadan.
Dina berujar, mengapa Syakban ini sering terabaikan? Mengutip riwayat dari Usamah bin Zaid ra, Nabi saw menyebutkan bahwa Syakban adalah bulan yang yaghfulu anhu al-nas (dilalaikan oleh manusia).
Penyebabnya, manusia cenderung fokus pada bulan Rajab (bulan haram) dan sangat antusias menunggu Ramadan sehingga Syakban yang ada di tengah-tengahnya sering terlewati tanpa amal istimewa.
Syakban, lanjut Dina, adalah bulan di mana seluruh catatan amal setahun kita diangkat dan dilaporkan kepada Allah swt.
Mengapa Nabi berpuasa? Beliau bersabda: “Aku ingin saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”
Salah satu mutiara di bulan ini adalah Malam Nisfu Sya’ban. Janji Allah swt, Allah akan memandang hamba-Nya dan mengampuni dosa seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik (menyekutukan Allah), orang yang mushahin (menyimpan kebencian, permusuhan, dan dendam kepada sesama muslim).
”Syakban adalah momentum terbaik untuk berdamai dan membersihkan hati. Semoga Allah memberkahi kita di bulan Syakban ini dan menyampaikan kita pada bulan Ramadan dalam keadaan sehat dan iman yang kuat.” []

Tinggalkan Komentar Anda