Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Jelang Muktamar NU, Gus Luqman Sebut Keutuhan Organisasi Bergantung Soliditas

Jelang Muktamar NU, Gus Luqman Sebut Keutuhan Organisasi Bergantung Soliditas

JQH. | Dokumentasi

JQH. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebuah organisasi pasti mengalami dinamika atau problem di dalamnya. Biasanya dinamika yang timbul tentang perbedaan pendapat, beda pandangan, hingga soal kepentingan pribadi diatas kepentingan kelompok atau organisasi.

Dalam sambutannya, Gus Luqman menyampaikan salah satu kunci keutuhan sebuah organisasi adalah menjaga soliditas dan kekompakan bersama, meminimalkan konflik dan mencari jalan tengah atas perbedaan pandangan, mengutamakan maslahat daripada madharat.

Itu, kata dia, adalah landasan kesolidan dalam berorganisasi.

Ia mengatakan, ada agenda penting menjelang muktamar NU pada Desember mendatang. Ia mengajak semua menyambut dengan khatmil Quran akbar dengan elaborasi dari rekan-rekan JQH se-Provinsi Lampung.

Sehingga kekompakan dan kebersamaan harus betul-betul dijaga. Demikian ujar Sekjen JQH tersebut usai kegiatan rutinan khatmil Quran, Ahad (3/10/2021) di Kelurahan Gunung Agung, Langkapura.

Sementara itu, Wakil Ketua JQH Gus Adi Ferbriantoro menyampaikan, untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berjiwa besar serta memiliki hati yang ikhlas pasti dihadapkan dengan tantangan dan pengorbanan.

Ia menambahkan, intrik-intrik dalam organisasi adalah sebuah proses pendewasaan pada setiap individu.

Jika mampu melewati, kita akan menjadi pribadi yang kuat lahir batin. Namun, jika mudah patah atau menyerah, kita sulit menjadi pribadi yang andal dan bermanfaat.

Ia mengatakan, menjadi pribadi yang bermanfaat jauh lebih berat dan sulit daripada menjadi pribadi yang baik.

Sebab, bermanfaat membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik berkorban waktu, tenaga, jiwa harta, dan rasa.

Namun semua itu akan terbayar dengan kebahagiaan hati atas rida dan berkah dari Allah SWT.

Gus Adi menambahkan, pengabdian kita kepada kepada Alquran harus terus kita jaga semangat dan kekompakan.

*Ibarat lidi jika hanya satu batang, mudah untuk dipatahkan. Namun jika ada seratus, tentu sulit untuk dipatahkan. Begitu juga organisasi Jam’iyyatul Qurra wa Huffadz (JQH) ini harus dijaga dan dirawat agar bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya. [Rifai Aly]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda