Denis Lim di acara Fossi FH Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Forum Studi dan Silaturahmi Islam (Fossi) Fakultas Hukum Universitas Lampung menyelenggarakan salat diha bersama dan tablig akbar di fakultas setempat, Senin kemarin, 7/8/2023.
Ini sebagai upaya mengisi kegiatan positif pada saat libur semester di lingkungan kampus. Muhammad Syarifullah, Ketua Umum Fossi, menjelaskan, lembaganya bergerak di bidang kerohanian Islam.
Ia menjelaskan, salat duha bersama dan tablig akbar merupakan sarana ikhtiar dalam menyeimbangkan kebutuhan ruhiah akademisi, sambil mengisi libur semester perkuliahan yang lumayan panjang.
“Itu sebabnya kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan ini,” kata dia dalam rilis yang diterima hari ini.
Syarif ingin Fossi terus menyebarluaskan dakwah di Fakultas Hukum sehingga semua mendapat keindahan nilai-nilai islam.
Imam salat duha adalah Rafi Thariq, imam muda Lampung yang sedang menempuh pendidikan di ESQ Business School.
Penceramah pada acara kali ini adalah Dennis Lim, influencer muda yang aktif di Instagram dan akun media sosial media lainnya. Ia ditemani istrinya, Yunda Faisyah.
Pemilik nama lengkap Dennis Lim Setiawan ini lahir pada tahun 1991. Hingga kini banyak yang menyangka bahwa dia merupakan seorang mualaf. Namun pria keturunan Tionghoa ini rupanya telah menjadi seorang muslim sejak lahir.
Kabar bahwa dirinya mualaf pun ditepis olehnya ketika menjadi bintang tamu dalam sebuah podcast di YouTube Denny Sumargo. Diketahui Dennis Lim kini telah melepas masa lajangnya. Dia menikah dengan Yunda Faisyah melalui proses taaruf.
Syarifullah mengatakan, pihaknya berharap ke depan kegiatan ini menjadi rutinitas.
Acara ini dihadiri 150-an peserta yang berasal dari civitas akademika dan masyarakat umum. Acara juga didukung Majelis Duha Nasional dan beberapa sponsor lainnya seperti, SR12, Magnet Rezeki, Gaharu, Gramedia, dan Badan Wakaf Alquran.
Zahra Hanifah, mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Lampung, mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena pemateri yang bagus dan ilmu yang disampaikan masuk ke dalam hati.
“Ustaznya milenial sekali, bahasa yang digunakan gaul sehingga cocok dengan anak muda zaman sekarang. Penyampaian materinya mudah dimengerti. Harapannya, semoga banyak pemuda yang berhijrah, kebaikan yang disebar juga semakin luas terutama di lingkungan kampus,” katanya. []
