Politik

Dwita Ria: MPR Harus Menjadi Rumah Kebangsaan yang Menjaga Persatuan

Dwita Ria: MPR Harus Menjadi Rumah Kebangsaan yang Menjaga Persatuan

Dwita Ria Gunadi

Wartalampung.id, Sekampung Udik – Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Lampung II, Ir. Dwita Ria Gunadi, M.I.Kom., kembali menggelar Sarasehan Kebangsaan di Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (8/11/2026). Kegiatan ini diikuti perwakilan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan dan kelembagaan negara.

Dalam pemaparannya, Dwita Ria menjelaskan bahwa MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia mencerminkan watak kerakyatan bangsa yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong. Kedua nilai tersebut merupakan fondasi kehidupan bersama, yakni saling menghormati, peduli, dan bekerja sama untuk kepentingan bangsa.

Ia menegaskan, MPR dapat dimaknai sebagai rumah kebangsaan, tempat seluruh elemen bangsa bertemu dan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan. Menurutnya, rumah kebangsaan bukan berarti seluruh penghuninya harus memiliki pandangan yang sama, tetapi mampu menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah dan semangat persaudaraan.

Dwita Ria juga menjelaskan perjalanan kelembagaan MPR, yang dahulu berkedudukan sebagai lembaga tertinggi negara dengan kewenangan memegang kedaulatan rakyat, memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta meminta pertanggungjawaban Presiden. Namun, melalui perubahan UUD 1945, terjadi penataan ulang hubungan antarlembaga negara untuk mencegah pemusatan kekuasaan dan memperkuat mekanisme saling mengawasi serta mengimbangi (checks and balances).

Menurutnya, perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Saat ini, seluruh lembaga negara memiliki kedudukan yang sejajar sesuai kewenangan konstitusional masing-masing. MPR tetap memiliki peran strategis dalam kehidupan ketatanegaraan, termasuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi.

Melalui sarasehan tersebut, Dwita Ria berharap masyarakat semakin memahami peran MPR serta pentingnya menghidupkan nilai kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun bangsa. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda