Budisantoso Budiman (kiri). | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Diskusi publik bertajuk “Merebut Narasi Kepahlawanan: Antara Fakta, Ingatan, dan Disinformasi” yang digelar Teknokra ditutup dengan pembacaan puisi “Aku Sang Diktator” karya Wiji Thukul oleh jurnalis Antara, Budisantoso Budiman, Rabu, 12/11/2025.
Puisi yang sarat kritik terhadap kekuasaan itu dibacakan dengan penuh penjiwaan, menghadirkan suasana hening dan reflektif di akhir acara.
Para peserta tampak larut dalam pesan perlawanan dan keberanian yang disampaikan lewat kata-kata penyair yang dikenal vokal menentang rezim Orde Baru tersebut.
Budiman menuturkan bahwa pembacaan puisi sebagai bentuk penghormatan kita terhadap para pejuang kebebasan berekspresi dan pengingat bagaimana kebengisan kepemimpinan pada masa Orde Baru.
“Siapa aku?
Aku adalah diktator
Yang tak bisa tidur nyenyak…”
Pembacaan puisi tersebut menjadi penutup yang kuat bagi diskusi publik yang sebelumnya membahas kontroversi wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Momentum ini seolah menegaskan bahwa sejarah dan ingatan kolektif bangsa harus dijaga agar tidak kembali dibungkam oleh kekuasaan. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda