Bazar. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Melalui Bazar Semarak Bahasa dan Seni 2025, mahasiswa FKIP Universitas Lampung menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk mereka di lingkungan kampus.
Ketua Umum HMJPBS 2025, Anggi Agustian, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama bazar ini adalah membantu pelaku usaha kecil agar lebih dikenal oleh mahasiswa dan masyarakat kampus.
“Kami ingin bazar ini tidak hanya sekadar kegiatan hiburan, tapi juga wadah nyata untuk memutar roda ekonomi pelaku UMKM yang terlibat,” ungkapnya kepada wartalampung.id hari ini.
Sebanyak 18 UMKM berpartisipasi dalam kegiatan ini, seperti Kohil (coffee dan matcha), Respiesusu, Jajanin Mentai, Es Teller Creamy, Senyoom.photobooth, dan Estehtik, yang menampilkan berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan.
Kerjasama antara panitia dan pelaku UMKM dibangun melalui komunikasi intensif dan konsep saling menguntungkan.
Panitia menjelaskan manfaat kerja sama ini, mulai dari promosi brand di kalangan mahasiswa hingga kesempatan memperluas jaringan pasar di lingkungan kampus.
Mahasiswa FKIP Unila terlihat antusias mengunjungi setiap stand. Antrean panjang di beberapa tenant menunjukkan bahwa produk lokal mampu menarik perhatian dan minat pembeli.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan sektor ekonomi kreatif dapat berjalan selaras. Melalui dukungan mahasiswa, UMKM lokal mendapatkan ruang untuk tumbuh, sementara mahasiswa belajar langsung tentang dunia kewirausahaan.
Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang berkembang dan berkolaborasi dengan dunia kampus. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda